Sejumlah tokoh agama, masyarakat, dan adat bersama TNI dan Polri serta pemerintah kota setempat bersepakat tetap menjaga kedamaian menyusul isu yang beredar mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Pontianak. <p style="text-align: justify;">Sejumlah tokoh masyarakat di Kota Singkawang, Kamis, berkumpul guna menyikapi situasi yang berkembang di Pontianak menyusul adanya tuntutan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) oleh Pemuda Dayak di kota itu.<br /><br />Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Syach Bandar, mengatakan bahwa peran para pihak yang peduli sangat penting dalam membendung potensi konflik.<br /><br />Ia berharap Kota Singkawang tidak pernah terjadi konflik yang bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (sara). <br /><br />"Semua pihak berperan dalam mencegah potensi konflik," katanya.<br /><br />Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota Singkawang, Ajun Komisaris Besar Polisi Prianto mengimbau masyarakat setempat untuk membantu polisi dan TNI menjaga kamtibmas.<br /><br />Selain itu, Kapolres mengimbau agar masyarakat tidak terpancing isu yang beredar.<br /><br />"Mari kita ke depankan perdamaian di kota yang kita cintai ini," katanya.<br /><br />Pernyataan serupa juga disampaikan Kepala Staf Kodim 1202 Singkawang Letkol Amansius dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Jawani Usman. Keduanya berharap masyarakat Kota Singkawang tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif.<br /><br />Sementara itu, Ketua FPI Kota Singkawang Ilyas Buchoiry menegaskan tidak benar jika FPI Kota Singkawang akan mendatangkan massa ke Pontianak. Ia menampik adanya isu mengenai kemungkin itu.<br /><br />"Kami bersepakat menjaga kedamaian di Kota Singkawang," katanya menegaskan.<br /><br />Ketua Dewan Adat Dayak Kota Singkawang, Ahyadi, mengatakan bahwa sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh lintas tokoh agama, masyarakat, dan adat pada beberapa waktu yang lalu, dapat menciptakan kamtibmas di Kota Singkawang.<br /><br />Ia berharap masyarakat dapat berpikir dengan jernih. "Kalau rusuh masyarakat (kita) juga yang rugi," katanya.<br /><br />Hingga malam ini, sejumlah jalan dalam Kota Pontianak masih ditutup dan mendapat penjagaan dari aparat keamanan.<br /><br />Pengendara kendaraan terkena macet di sejumlah ruas jalan dan harus mencari jalan alternatif untuk sampai ke tempat tujuan.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Polisi Mukson Munandar menyatakan aparat akan berusaha mengurai dan menyekat sejumlah kawasan yang diduga dapat menjadi tempat pengumpulan massa. <strong>(phs/Ant)</strong></p>


















