Beberapa hari yang lalu perwakilan dari perkumpulan masyarakat Inggar-Telingan,Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang menyampaikan usulan perubahan letak pemekaran kecamatan,kepada Bupati Sintang, Ketua DPRD dan Ketua Banleg DPRD Kabupaten Sintang, kini mendapat dukungan dari beberapa tokoh adat dan tokoh agama. <p>S. Turin Temenggung Sungai Buaya, mengatakan “Kami dari penghuluan Sungai Inggar sangat mendukung dengan adanya pemekaran kecamatan yang akan di bahas di DPRD Kabupaten Sintang, namun demikin kami tidak setuju kalau letak kecamatan yang akan dimekarkan di letakan di Nanga Tikan”.<br /><br />“Nanga Tikan dari kecamatan induk kurang (Nanga Mau) lebih 13 KM saja, kalau Nanga Tikan di jadikan tempat ibukota pemekaran lebih baik tidak di mekarkan saja, jelasanya.<br /><br />Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya sangat setuju kalau ibukota pemekaran di letakan di Desa Pelaik, karena di Desa Pelaik, sarana pendukung sudah ada, salah satunya listrik, dan lokasi tempat kantor camat dan lainnya sudah di hibahkan oleh masyarakat, terangnya.<br /><br />Hal yang sama di ungkapkan tokoh agama Kecamatan Kayan Hilir, Pdt Welikinsi, M.Th pada kalimantan-news.com, Kamis (12/05/2011), ia menilai Desa Pelaik sangat strategis untuk pengembangan kecamatan kedepannya, mengapa saya katakan begitu, karena Desa Pelaik letaknya di tengah-tengah desa penunjang lainnya. <br /><br />Sementara kalau diletakan di Nanga Tikan saya menilai sangat sulit untuk menjangkau daerah-daerah penghuluan atau pedalaman terutama di penghuluan sungai Inggar dan sungai Telingan, ungkapnya. (*)</p>














