Tongkang bermuatan batu bara sekitar 3.500 ton yang kandas di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito sekitar Dusun Rapen Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) terbakar. <p style="text-align: justify;">"Batu bara dalam tongkang yang kandas itu terbakar sejak sepekan terakhir. Diperkirakan kalorinya rendah dan terlalu lama kena sinar matahari," kata seorang warga Muara Teweh, Suri, Kamis.<br /><br />Batu bara yang terbakar dalam tongkang "RMN 233" itu berada di sekitar tiga kilometer arah selatan dari jembatan KH Hasan Basri, hingga sekarang masih memgeluarkan asap meski sudah berkurang karena pada dua hari lalu ada turun hujan.<br /><br />Menurut Suri, sebelumnya ketika mulai terbakar, asap tebal menutupi tumpukan batu bara yang ada di dalam tongkang itu.<br /><br />"Kini tumpukan batu bara itu masih mengeluarkan asap dan tak terlihat ada upaya pemadaman oleh perusahaan kapal tarik (tug boat) yang mengangkut tongkang itu," katanya warga yang tempat tinggalnya tidak jauh dari lokasi tongkang yang kandas itu.<br /><br />Masyarakat setempat juga tidak tahu kemana kapal tug boat yang menarik tongkang, mungkin bersandar di tempat lain yang aman, karena kawasan tersebut surut.<br /><br />Sementara itu, Petugas Teknis Lalu Lintas Sungai pada Dinas Perhubungan Barito Utara, Rizalfi mengatakan surutnya Sungai Barito ini sudah terjadi dalam dua pekan terakhir atau sejak 26 Juni 2011 hingga sekarang.<br /><br />Sungai Barito di wilayah Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara, yang surut tersebut telah mengganggu transportasi kapal terutama menuju desa-desa pedalaman.<br /><br />Selain itu menghentikan kegiatan angkutan kapal dan tongkang batu bara serta hasil hutan lainnya baik milik perusahaan di wilayah Kabupaten Mura maupun Barut.<br /><br />Angkutan hasil produksi tambang dan sektor perkayuan kini terhenti karena tidak bisa melewati Sungai Barito yang terus dangkal.<br /><br />Ketinggian air Sungai Barito, Kamis (7/7) siang pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh di angka 3,8 meter yang artinya menunjukkan angka tidak aman untuk pelayaran kapal bertonase besar.<br /><br />"Saat ini tongkang bermuatan dan kosong yang bersandar dan kandas di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito mencapai 46 unit milik sejumlah perusahaan tambang," katanya.<br /><br />Di samping itu ada sekitar ratusan ribu ton batu bara menumpuk di pelabuhan khusus (stok file) milik sejumlah investor yang tidak terangkut akibat Sungai Barito surut. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














