Home / Tak Berkategori

Tradisi Budaya Masyarakat Dayak

- Jurnalis

Senin, 1 April 2013 - 01:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada upacara ritual Suku Dayak Salako yang dilaksanakan dalam rumah, dapat berupa upacara biasa dan upacara besar.Ukuran upacara itu tergantung pada binatang kurban yang dipersembahkan (isangohotn). <p style="text-align: justify;">Upacara biasa dengan binatang kurbannya berupa 3 (tiga) ekor ayam kampong dan kue-kue adat (bantokng, tumpi’, poe’ dll). <br /><br />Upacara besar dengan binatang persembahannya 1 (satu) ekor babi dan 1 (satu) ekor ayam..atau.. 7 (tujuh) ekor ayam dengan kue-kue adatnya, jenis masakan adat untuk kurban yaitu santotn, bamopm, sigoh dan lain-lain.<br /><br />Besar kecilnya upacara ritual itu tergantung dari kemampuan ekonomi masing-masing pelaksana, selain itu niat seseorang juga menentukan ukuran upacara ritual, jika niat seseorang untuk mendapatkan keselamatan dan rezeki yang besar maka dia harus bekerja keras agar dapat mendapat hasil yang besar..maka dengan demikian dia mampu membuat upacara ritual yang besar.Dalam bahasa Dayak Salako, kurban pesembahan disebut juga Buis Bantotn. <br /> <br />Upacara Ngabayotn dalam ritual Suku Dayak Salako adalah upacara ritual padi sebagai persembahan kepda Jubata (Tuhan) dam Awo Pamo (Arwah leluhur) berupa binatang dan berbagai masakan adat sebagai tanda menutup masa panen padi dan akan dimulainya masa untuk berladang. <br /><br />Pelaksanaan upacara Ngabayotn ini biasanya diikuti oleh beberapa kegiatan lain, seperti: Lomba Sumpit, Lomba Pangkak Gasing, Stand souvenir dan kuliner tradisional, Lokakarya bertemakan Dayak Salako, Hiburan (musik dan tarian tradisional). <br />Dalam pelaksanaannya biasanya masyarakat Suku Dayak Salako melaksanakan hingga beberapa hari (3-4 hari). <br /><br />Di dalam kehidupan masyarakat suku Dayak di seluruh Kalimantan Barat dikenal apa yang dinamakan upacara “Naik Dango” yang merupakanupacara adat tahunan masyarakat dayak sebagai  ungkapan rasa syukur kepada maha pencipta, yang telah memberikan segala anugrah dan karunia berupa berhasilnya panen dari berbagai hasil pertanian.<br /> <br />Ungkapan rasa syukur itu diwujudkan dalam berbagai bentuk upacara adat yang rangkaian keseluruhan upacaranya disebut “Naik Dango”, sayangnya waktu pelaksanaan masih berubah-ubah.<strong>(*)</strong></p>

Berita Terkait

Gubernur Kalbar Dukung 1.000 Persen Perjuangan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya
Masyarakat Kawasan Timur Kalbar Harap Presiden Buka Moratorium Terbatas Bagi Kalbar
Milton Crosby Beberkan Jalan Panjang Usulan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya
Peduli KUA, Pemprov Kaltara Raih Penghargaan Anugerah Layanan KUA 2025
Dukung Pembentukan KPID di Daerah Perbatasan, Pemprov Raih Anugerah KPI 2025
Wagub Audiensi Wamenaker RI Bahas Percepatan Pembangunan BLK di Kaltara
Pemkab Malinau Gelar Safari Natal
Mediasi Sengketa Lahan di Sintang, TKP3K Putuskan Verifikasi Ulang Lahan PT SHP dan Masyarakat Serawai

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:52 WIB

Gubernur Kalbar Dukung 1.000 Persen Perjuangan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:48 WIB

Masyarakat Kawasan Timur Kalbar Harap Presiden Buka Moratorium Terbatas Bagi Kalbar

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:46 WIB

Milton Crosby Beberkan Jalan Panjang Usulan Pembentukan Provinsi Kapuas Raya

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:08 WIB

Peduli KUA, Pemprov Kaltara Raih Penghargaan Anugerah Layanan KUA 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:13 WIB

Dukung Pembentukan KPID di Daerah Perbatasan, Pemprov Raih Anugerah KPI 2025

Berita Terbaru