Tribun Pontianak Diancam Bom Melalui Pesan Singkat

oleh

Kantor Tribun Pontianak Kompas Gramedia Grup di Jalan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat diancam bom melalui pesan singkat yang dikirim ke nomor pengaduan pelanggan media tersebut. <p style="text-align: justify;">"Pesan singkat ancaman bom itu kami terima di nomor pengaduan pelanggan (0561) 7555500 dengan nomor pengirim 085386029696 atas nama Budiman sejak Minggu (3/7) karena sedang libur baru hari ini dibuka," kata Koordinator Liputan Tribun Pontianak Kander Turnip di Pontianak, Senin.<br /><br />Isi pesan singkat tersebut, yakni telah ditanam sebuah bom di halaman Kantor Tribun Pontianak dan akan meledak sekitar pukul 18.00 WIB pada hari Minggu (3/7).<br /><br />"Kalau kantornya tidak mau meledak silakan kirim sejumlah uang Rp500 juta ke rekening Mandiri atas nama Budiman, tetapi tidak menyebutkan nomor rekeningnya," kata Kander Turnip saat membacakan isi pesan singkat ancaman bom tersebut.<br /><br />Ia menjelaskan, sebenarnya pesan singkat itu untuk hari Minggu kemarin karena hari itu bagian operator yang menerima pesan singkat pengaduan sedang libur sehingga baru diketahui, Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB.<br /><br />"Setelah mengetahui ada pesan singkat bernada ancaman kami langsung melaporkannya ke kepolisian, sekitar pukul 12.00 WIB Tim Penjinak Bom dari Brimob Kepolisian Daerah Kalbar datang dan langsung melakukan penyisiran dan hasilnya negatif," katanya.<br /><br />Kander menyatakan, hingga saat ini pihaknya baru pertama kali menerima ancaman seperti itu. Ia juga tidak mengetahui apakah ancaman itu sekadar iseng atau ada orang yang tidak senang akibat pemberitaan.<br /><br />Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar membenarkan ada ancaman bom yang ditujukan ke Kantor Tribun Pontianak melalui pesan singkat.<br /><br />"Setelah Tim Penjinak Bom Brimob Polda Kalbar melakukan penyisiran baik di halaman maupun di dalam ruangan Kantor Tribun Pontianak hasilnya negatif dalam artian tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan," katanya.<br /><br />Namun demikian, Polda Kalbar dalam menyikapi kasus ancaman bom tidak mau main-main. "Meskipun baru dugaan pasti akan kami tindaklanjuti agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Mukson.<br /><br />Polda Kalbar menurut dia, sudah mencatat nomor pengirim ancaman bom itu untuk ditelusuri siapa pemiliknya. "Hingga kini kami sedang mempelajari apa motif ancaman bom tersebut," kata Mukson. <strong>(phs/Ant)</strong></p>