Tujuh Desa Diperbatasan Terima Bantuan Buku

oleh

Sebanyak 7 desa di daerah perbatasan mendapatkan bantuan buku untuk perpustakaan desa. Desa penerima bantuan buku yang jumlahnya mencapai 1000 eksemplar ini tersebar di kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah <p style="text-align: justify;">“Ada 4 desa di kecamatan Ketungau hulu dan 3 desa di kecamatan Ketungau Tengah,”ungkap Ponimin, Kasubag TU kantor Arsip dan perpustakaan Sintang yang ditemui usia bersantap siang di salah satu rumah makan di Sintang pada Rabu (14/12/2011).<br /><br />Sayangnya Ponimin tidak merinci desa-desa apa saja penerima bantuan buku dari perpustakaan nasional di pusat. Buku-buku tersebut menurutnya telah langsung diserahkan kepada pihak pemerintah desa. Kreatifitas pengelola perpustakaan di desa sangat menentukan keberhasilan program yang bertujuan mencerdaskan kehidupan masyarakat di daerah perbatasan khususnya.<br /><br />“Setiap desa dapat buku sebanyak 1.000 eksemplar dan terdiri dari 500 judul. Buku-bukunya masuk kategori umum misalnya pertanian, peternakan dan perkebunan sehingga bisa dimanfaatkan untuk segala usia,”tambah Ponimin.<br /><br />Salah satu judul buku yang diingatnya adalah bagaimana budidaya dan perawatan tanaman karet. Buku tersebut menurutnya sangat relevan dengan kehidupan masyarakat di perbatasan yang mayoritas mengandalkan karet sebagai penopang hidup. Selain itu banyak pula judul buku yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan. Misalnya buku yang berisi tentang bagaimana menjadi peternak yang sukses.<br /><br />Di tahun 2012 mendatang, direncanakan 2 kelompok Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS). Dua kelompok P2WKSS tersebut adalah kelompok yang ada di desa Merarai II kecamatan Sungai Tebelian dan kelompok di desa Nanga Tikan kecamatan Kayan Hilir. Namun dua kelompok tersebut baru bisa menerima bantuan buku di tahun 2013 dan dengan ketentuan pula harus sudah memiliki ruangan dan telah membentuk kepengurusan untuk perpustakaan desa.<br /><br />“Efektif atau tidaknya buku-buku itu di desa sangat tergantung pada kreatifitas kepala desa dalam meramu program ini. intinya bagaimana pihak desa bisa membuat masyarakat tertarik untuk datang dan meminjam buku diperpustakaan itu. Kemudian masyarakat bisa memanfaatkan bahan bacaan itu untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,”pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>