Tujuh Reflika Naga Jalani Ritual "Buka Mata"

oleh

Sebanyak tujuh ekor reflika naga sejak, Rabu pagi menjalani ritual "naga buka mata" di Klenteng Kwan Tie Bio, sebagai tahapan dalam merayakan Cap Go Meh (hari ke-15 Imlek), kata Ketua Imlek dan CGM Pontianak tahun 2014 Zufri Sjukur. <p style="text-align: justify;">"Satu persatu reflika naga dari berbagai yayasan pemadam kebakaran (YPK) melakukan ritual ‘naga buka mata’ di Klenteng Kwan Tie Bio," kata Zufri Sjukur di Pontianak.<br /><br />Dari jadwal yang telah ditentukan pihak panitia, yang pertama kali melakukan ritual "naga buka mata" yakni naga dari YPK Merdeka, kemudian disusul naga YPK Beringin, naga YPK Khatulistiwa, naga Budi Pekerti, naga dari YPK Bhakti Suci, dan terakhir naga dari YPK Mitra Bhakti.<br /><br />Menurut dia, setelah melakukan ritual ada juga diantaranya yang melakukan kunjungan ke donatur-donatur.<br /><br />Zufri menjelaskan, ritual "naga buka mata" dilakukan oleh seorang dukun yang kerasukan arwah Sun Go Kong (Dewa Kera), kemudian dukun itu lalu memberikan tanda merah pada mata replika naga yang berarti mata naga itu telah dibuka dan mempunyai kekuatan atau keajaiban dalam mengusir roh jahat.<br /><br />"Ritual tersebut selalu kami lakukan sebelum naga diarak keliling Kota Pontianak, atau pada Perayaan CGM, Jumat (14/2)," ungkapnya.<br /><br />Ritual "naga buka mata" dilakukan agar naga tersebut memiliki keajaiban, serta mengundang naga turun dari kayangan untuk memberikan berkah, keselamatan, kebaikan dan membantu masyarakat Tionghoa dan Kalbar umumnya.<br /><br />Ritual buka mata berawal dari cerita dahulu kala di kalangan masyarakat Tionghoa bahwa ada naga yang pernah berkelahi dengan seorang manusia dan terkena panah di bagian mata. Beruntung ada biksu yang mengobati dengan berbagai mantra sehingga mata naga itu dapat sembuh kembali, katanya.<br /><br />"Kemudian menurut kepercayaan kami naga yang telah melakukan ritual buka mata, pada hari ke-16 Imlek harus dibakar agar tidak membahayakan keselamatan para pemain naga tersebut," ujarnya.<br /><br />Ketua Imlek dan CGM Pontianak mengatakan, bagi reflika naga yang telah menjalani ritual "naga buka mata" seperti tahun-tahun sebelumnya, pada hari ke-16 Imlek, yakni Sabtu (15/2), akan menjalani ritual "naga tutup mata" di Klenteng Kwan Tie Bio.<br /><br />Kemudian dilanjutkan kembali dengan menjalani ritual bakar naga di Kompleks Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. (das/ant)<br /><br />1.371 TKI Dideportasi Via Entikong  <br />Pontianak, 12/2 (Antara) – Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Provinsi Kalimantan Barat mencatat sepanjang 1.371 tenaga kerja dideportasi melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong, Kabupaten Sanggau, sepanjang 2013.<br /><br />"Setiap bulan selalu ada deportasi dari Malaysia, melalui Entikong," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar, M Ridwan di Pontianak, Rabu.<br /><br />Berdasarkan jenis kelamin, untuk laki-laki sebanyak 1.113 orang dan perempuan 258 orang.<br /><br />Sedangkan untuk bulan, pada Januari sebanyak 130 orang. Februari 70 orang, Maret 145 orang, April 152 orang, Mei 121 orang, dan Juni 113 orang.<br /><br />Kemudian Juli 152 orang, Agustus 84 orang, September 107 orang, Oktober 108 orang, November 93 orang, dan Desember 96 orang.<br /><br />Ridwan mengatakan tidak semua berasal dari Kalbar. "Ada yang dari provinsi lain di Indonesia, Kalbar hanya sebagai tempat transit," ujar dia.<br /><br />Sementara untuk penempatan dan perizinan tenaga kerja asing di Kalbar, pada tahun 2013 sebanyak 177 orang di 50 perusahaan.<br /><br />Umumnya mereka bekerja di sektor pertanian/perkebunan, industri pengolahan, jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan.<br /><br />Terbanyak dari Malaysia 78 orang, dan China 57 orang.<br /><br />Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) di Kalbar sebanyak 34 kantor dan pusat.<br /><br />PPTKIS selaku penyelenggara sekaligus penjamin kalau terjadi permasalahan di negara tujuan penempatan. <strong>(das/ant)</strong></p>