Tujuh Siswa SMP Bontang Tidak Ikut UN

oleh

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang, Dasuki, mengatakan, sebanyak tujuh siswa SMP dan sederajat di kota itu tercatat tidak mengikuti Ujian Nasional dengan berbagai alasan. <p style="text-align: justify;">"Dari daftar yang kami kirim ke pusat pada Januari 2012 lalu, peserta UN 2012 tingkat SMP dan sederajat sebanyak 2.449 siswa terdiri 2.448 siswa SMP/MTs dan satu dari SMP SLB. Dari penyelenggaraan hari pertama ini sebanyak tujuh siswa tidak ikut UN," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang, Dasuki, di Bontang, Kalimantan Timur, Senin.<br /><br />2.449 siswa SMP dan sederajat di Bontang mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA dan sebanyak tujuh siswa tidak ikut ujian nasional. UN berlangsung 23-26 April 2012.<br /><br />Dasuki menyebutkan tujuh siswa yang tidak ikut UN karena satu meninggal dunia, satu ikut ujian susulan dan lima orang tidak diketahui kabar beritanya.<br /><br />Dalam pelaksanaan UN SMP di Bontang, dua pejabat dari Inspektorat Jenderal melakukan inspeksi mendadak ke SMPN I, SMPN 2, SMP Bahrul Ulum dan SMP YKPP.<br /><br />"Dua pejabat Irjen yang sidak berkeliling di beberapa sekolah di Bontang hari pertama UN ini adalah M Soleh dan Tamrin," kata Dasuki.<br /><br />Ia mengatakan, UN 2012 lebih mementingkan peningkatan kualitas lulusan UN siswa SMP. Dasuki optimistis kelulusan siswa SMP bisa mencapai 100 persen.<br /><br />"Target Dinas Pendidikan pada 2012 ini adalah nilai UN tertinggi di Kaltim," ujar Dasuki yang menambahkan bahwa hal itu sesuai pencanangan "Pendidikan Tuntas Berkualitas" di Kota Bontang.<br /><br />Materi soal UN SMP di Bontang sudah datang sejak hari Selasa lalu dan disimpan di Polres Bontang. Selain itu, saat UN diberlakukan pola pengawasan silang murni, artinya pengawas dari sekolah luar dan bukan guru mata pelajaran yang diajarkan.<br /><br />"Mekanisme distribusi soal berlangsung setiap hari, dengan masing-masing kepala sekolah mengambil soal dan sesuai standar keamanan. Kepolisian juga turut menjaga kelancaran jalannya UN di sekolah," kata Dasuki. <strong>(das/ant)</strong></p>