Tuna Rungu Singkawang Ikut Pelatihan Bahasa Isyarat

oleh

Sebanyak 104 tuna rungu Singkawang mengikuti pelatihan bahasa isyarat SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) dan BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia). <p style="text-align: justify;">"Pelatihan ini mengambil tema Ayo Lestarikan Isyarat SIBI dan BISINDO Menuju Budaya Bangsa Indonesia," kata Ketua DPD Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Provinsi Kalbar, M Juliar Imran di Singkawang, Minggu.<br /><br />Melihat antusias tuna rungu yang mengikuti pelatihan tersebut, dia menilai, jumlah itu sangat luar biasa.<br /><br />Menurutnya, pelatihan kedua bahasa isyarat ini setidaknya dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi tuna rungu di Kota Singkawang.<br /><br />Memang, katanya, sebagian dari mereka (tuna rungu), mengakui belum pernah menerima pelatihan seperti ini. Dan semua peserta juga belum mengetahui keberadaan BISINDO.<br /><br />"Karena pada umumnya mereka dapatkan sewaktu menjalani pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) saja," jelasnya.<br /><br />Sementara, katanya, antara SIBI dan BISINDO ini syaratnya harus saling melengkapi satu sama lain khususnya dalam berkomunikasi.<br /><br />Dia menjelaskan, SIBI adalah dua kata dua gerakan tangan. Sedangkan BISINDO adalah satu gerakan dua kata.<br /><br />"Perbedaannya hanya terletak pada gerakan tangan," jelasnya.<br /><br />Meski memiliki perbedaan, kedua isyarat ini jangan saling tuding menuding. Tetapi, harus saling memelihara, karena kedua isyarat ini punya masa depan. (das/ant)</p>