Tunjangan Profesi Guru PAI Kalsel Tak Dibayar

oleh

Berdasarkan informasi tunjangan profisi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sejumlah SD, SMP, SMA, dan SMK di Kalimantan Selatan belum juga dibayarkan, bahkan di Banjarmasin sudah enam bulan tunjangan tersebut belum juga diterima. <p style="text-align: justify;">Ketika dikonfirmasi di kantornya di Banjarmasin, Jumat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel H Muhammad Tambrin mengaku mendengar informasi tersebut.<br /><br />Ia membenarkan, tunjungan profesi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah negeri seperti SD, SMP, SMA, dan SMK tanggungjawab Kanwil Kemeneg memberikannya.<br /><br />"Tunjangan profesi itu akan dicairkan langsung melalui trasfer ke rekening masing-masing guru PAI lewat kantor kemeneg daerahnya masing-masing. Yakni, sebesar sekali gaji perbulan," ujarnya.<br /><br />Ia menjelaskan, tunjangan profisi guru tersebut tidak cair belakangan ini karena hanya masalah teknis administrasi yang perlu dilengkapi, salah satunya audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait pencairan itu.<br /><br />Karena itu, lanjutnya, pencairan dana tunjangan guru PAI itu menjadi tertunda, namun dipastikan cair dalam waktu dekat ini. "Itu laporan yang saya terima," demikian Tambrin.<br /><br />Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Kalsel H Fajerian Noor Subhi juga membenarkan hal tersebut, seraya menambahkan, dana untuk pembayaran tunjangan profisi guru PAI di SD, SMP, SMA, dan SMK itu sudah ada di kantor Kemeneg masing-masing kabupaten/kota.<br /><br />Ia mengungkapkan, guru PAI di Kalsel saat ini berjumlah 2.330 orang, yakni di tingkat SD sebanyak 1.744, SMP 374, SMA 144, dan di tingkatan SMK sebanyak 68 orang.<br /><br />"Kita harapkan sebelum lebaran ini semua guru PAI di Kalsel sudah mendapatkan gaji tunjangannya penuh," katanya kepada wartawan di Banjarmasin.<br /><br />Ia menambahkan, tidak semua guru PAI yang belum dibayar hingga enam bulan lamanya, dan ada yang tertunda hanya tiga sampai empat bulan. "Ini karena ada sebagian guru itu sendiri yang minta dicairkannya belakangan saja, agar bisa terkumpul atau banyak mendapatkannya," ungkapnya.<br /><br />Ia berharap, guru yang belum mendapatkan gaji tunjangan profisi tidak perlu panik, sebab semuanya akan mendapat sesuai haknya. "Mohon ditunggu, atau mungkin bisa dikonfirmasi sama Kantor Kemeneg masing-masing, kita juga akan mengkomunikasikan hal ini ke kantor Kemeneg kabupaten/kota," demikian Fajerian. <strong>(das/ant)</strong></p>