Turis AS Tertarik Saksikan Titik Kulminasi Pontianak

oleh

Jhon salah seorang turis asal Amerika Serikat mengaku tertarik dan kagum saat menyaksikan peristiwa titik kulminasi matahari yang terjadi sejak 21-23 September di kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Saya baru pertama kali ke Kota Pontianak dan berkesempatan menyaksikan peristiwa titik kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak," kata Jhon saat menyaksikan titik kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak, Selasa.<br /><br />Ia menjelaskan peristiwa alam atau titik kulminasi tersebut hanya terjadi di beberapa negara saja, termasuk di Indonesia, yakni di tengah-tengah Kota Pontianak.<br /><br />"Tugu Khatulistiwa yang terletak di tengah-tengah Kota Pontianak merupakan nilai tambah yang cukup menjual untuk mempromosikan objek wisata tersebut kepada masyarakat dunia, sehingga tinggal dikemas saja, agar menarik minat wisman untuk berkunjung menyaksikannya," kata Jhon.<br /><br />Peristiwa titik kulminasi matahari merupakan fenomena alam ketika matahari tepat berada digaris khatulistiwa, pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi terutama di kawasan Tugu Khatulistiwa.<br /><br />Peristiwa titik kulminasi matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara 21-23 Maret dan September. Peristiwa alam itu menjadi kegiatan tahunan Kota Pontianak guna menarik kedatangan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.<br /><br />Kulminasi matahari berada tegak lurus di atas kepala manusia, yakni pada 21-23 Maret pukul 11.50 WIB, dan 21-23 September jam pukul 11.38 WIB di Tugu Khatulistiwa Pontianak.<br /><br />Kulminasi matahari merupakan peristiwa alam yang hanya terjadi di lima negara, antara lain di Indonesia, tepatnya di Pontianak. Keempat negara lain, masing-masing Afrika, yaitu Gabon, Zaire, Uganda, Kenya dan Somalia.<br /><br />Di Amerika Latin, garis itu juga melintasi empat negara yaitu, Equador, Peru, Columbia dan Brazil. Dari semua kota atau negara yang dilewati tersebut, hanya ada satu di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak.<br /><br />Sehingga itu menjadi ciri khusus. Karena itulah Kota Pontianak juga dikenal dengan sebutan Kota Khatulistiwa.<br /><br />Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan, Pemkot Pontianak saat ini melengkapi kawasan Tugu Khatulitiwa dengan fasilitas Kalimantan Park atau ditanami tanam-tanaman endemik, kuliner khas Kalbar.<br /><br />"Saat ini proses pembangunan dan penataan kawasan menjadi Kalimantan Park sudah berjalan, dan diperkirakan akan selesai akhir 2018," katanya.<br /><br />Selain itu, itu kawasan Tugu Khatulitiwa juga akan dilengkapi, hotel, restoran, waterpark, waterfront dan jenis wahana permainan lainnya, maka bisa membangkitkan kawasan Tugu Khatulistiwa sebagai daya tarik wisata di Pontianak, katanya. (das/ant)</p>