Pemerintah Turki berkeinginan untuk bekerja sama dengan Sekolah Berstandar Internasional milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kata H Bardiansyah, anggota Komisi IV Bidang Kesra DPRD provinsi setempat. <p style="text-align: justify;">"Saat kami meninjau SMP-SMA SEMESTA Semarang Jawa Tengah yang juga berstandar internasional dan atas kerjasama dengan Turki, beberapa hari lalu, dari pihak Turki berkeinginan pula bekerjasama dengan SBI Kalsel," ungkapnya menjawab ANTARA Banjarmasin, Minggu.<br /><br />Mengenai Sekolah SEMESTA Semarang yang sementara ini sebagai tempat titipan siswa SBI Kalsel, dia menyatakan, pada dasarnya tampak maju dan cukup membanggakan, karena dengan sarana dan prasarana yang lengkap serta tergolong mewah.<br /><br />Begitu pula peserta didiknya, di SBI SEMESTA Semarang itu para jebolan sekolah dengan NEM tinggi, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel tersebut.<br /><br />Namun Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel itu, mengaku, secara pribadi tidak terlalu bangga dengan SBI, kalau keluarannya yang berdasarkan hasil ujian nasional (UN) cuma rata-rata sembilan.<br /><br />"Saya menganggap wajar tingkat kelulusan tinggi dan nilai rata-rata sembilan bagi keluaran SBI, karena ditunjang dengan sarana dan prasarana yang lengkap, serta latar belakang anak didiknya dengan NEM tinggi," katanya.<br /><br />Sebenarnya menurut anggota Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi pendidikan itu, akan lebih bangga kalau dengan faslitas atau sarana dan prasarana seadanya/minim, tapi hasil UN mencapai rata-rata sembilan atau lebih.<br /><br />Di Kalsel banyak sekolah pinggiran yang notabene bukan berstandar internasional, kelulusan peserta didiknya dengan nilai UN rata-rata sembilan, bahkan ada yang lebih dari sembilan, sementara fasilitas atau sarana dan prasarana minim.<br /><br />Oleh sebab itu, SBI "Urang Banua" Kalsel hendaknya bukan saja meluluskan peserta didik dengan nilai UN rata-rata sembilan lebih, tapi juga bisa sebagai kader generasi bangsa yang betul-betul handal dan berkualitas, demikian Bardiansyah.<br /><br />Sementara peserta SBI Kalsel yang dititipkan di SBI SEMESTA Semarang Jateng itu, semula sebanyak 19 orang, tapi kini tinggal 18 siswa, karena keluar disebabkan sakit dan mereka tersebut sudah berada di kelas II SMA. <strong>(phs/Ant)</strong></p>


















