Home / Tak Berkategori

Turunkan Emisi di Bumi Uncak Kapuas Melalui Kerjasama Bilateral

- Jurnalis

Kamis, 23 Juni 2011 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementrian Kehutanan Indonesia dan pemerintah Federal Republik Jerman, berkomitmen untuk menurunkan emisi di bumi. Melalui KFW Bankengrupe sebagai donor yang bertujuan untuk menerapkan strategi-strategi bagi konversi hutan lestari yang mengahasilkan penurunan emisi gas dari sektor kehutanan sehingga dapat memperbaiki kesejahteraan kehidupan penduduk pedesaan sekitarnya. <p>Kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Jerman, menghasilkan suatu program untuk menurunkan emisi bumi di Bumi Uncak Kapuas.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Biro Perencanaan Kehutanan Indonesia, Hilman Nugroho pada acara workshop kehutanan dan perubahan iklim pada tanggal, belum lama ini mengatakan bahwa penurunan emisi gas bumi sangat penting. <br /><br />“Banyak negara besar menaruh harapan perubahan iklim, agar bumi ini tetap sejuk,” ucap Hilman. <br /><br />Menurutnya, bahwa tingginya emisi gas bumi diakibatkan oleh produktifitas kebanyakan negara maju. Sehingga gas emisi yang mereka keluarkan sangat banyak, sedangkan bagi negara berkembang sendiri, penurunan gas emisi masih bisa tanggulangi secara cepat dan maksimal, contohnya seperti Indonesia.<br /> <br />Terkait hal tersebut, Indonesia masih mempunyai banyak hutan lindung, terutama di daerah Kapuas Hulu. Fungsi hutan sangatlah penting, apalagi bagi Negara Indonesia khusunya bagi daerah Kabupaten  Kapuas Hulu. <br /><br />“Hutan lindung di Kapuas Hulu sangat luas bisa, ini merupakan suatu potensi besar bagi Indonesia, karena daerah Kapuas Hulu mempengaruhi perubahan iklim terhadap daerah lain,” ujarnya. <br /><br />Lanjut dia, fungsi hutan lindung bagi alam ini, sebagai penyerap karbondioksida (CO2). <br /><br />“Hutan ini merupakan filter dari pemanasan global yang terjadi pada bumi,” kata Hilman.<br /> <br />Selain itu disampaikan Hilman Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di acara internasional menyampaikan, bahwa Indonesia akan berkomitmen untuk menurunkan emisi panas bumi ini 26 sampai 41 persen. Dari pernyataan tersebut banyak negara-negara maju mendukungnya dengan menjadi donor program bagi Indonesia. <br /><br />“Negara pendukung tersebut berkomitmen kuat menginginkan perubahan turunnya emisi gas bumi yang mengancam terhadap perubahan iklim dunia,” jelasnya. <br /><br />Dengan demikian kata Hilman bahwa Kabupaten  Kapuas Hulu menjadi  tempat untuk program yang dinamakan REDD (mendukung pengurangan emisi gas bumi dari deforestasi dan degradasi hutan). <br /><br />“Dengan beberapa cara diantaranya, penanaman kembali hutan yang telah gundul, menanam kembali pohon yang sudah ditebang,” ungkapnya. <br /><br />Kata Hilman Program ini terbentuk dari salah satu 3 asas perbantuan yang jatuh pada Kapuas Hulu. <br /><br />“Dari program ini ditargetkan mampu menurunkan emisi gas bumi sebesar 300 ribu sampai 400 ribu ton pertahun, kalau tidak maka program ini bisa dinyatakan gagal,” paparnya.<br /><br />Sementara itu  untuk  pelaksanaannya hilman juga menyatakan bahwa program ini sudah tertunda selama 2 tahun, untuk itu Hilman meminta kepada semua stakeholder untuk mendukung sepenuhnya, serta kepada masyarakat agar bisa membantu program ini, karena program ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah atau pinggiran hutan.<br /> <br />Hilman juga menyatakan program ini mempunyai dua sisi selain hutan untuk menurunkan emisi gas bumi, kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian untuk diperhatikan, agar bisa lebih meningkat. <br /><br />“Masyarakat yang ada diwilayah hutan juga akan bina, agar tidak merusak atau menebang hutan sembarangan. Sebaliknya, mereka bisa menjaga kelestarian hutan untuk menurunkan emisi bumi sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Mari kita berantas emisi bumi untuk masa depan kita bersama,” ajaknya penuh semangat. <strong>(phs)</strong><br />   <br /></p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru