Kementrian Kehutanan Indonesia dan pemerintah Federal Republik Jerman, berkomitmen untuk menurunkan emisi di bumi. Melalui KFW Bankengrupe sebagai donor yang bertujuan untuk menerapkan strategi-strategi bagi konversi hutan lestari yang mengahasilkan penurunan emisi gas dari sektor kehutanan sehingga dapat memperbaiki kesejahteraan kehidupan penduduk pedesaan sekitarnya. <p>Kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Jerman, menghasilkan suatu program untuk menurunkan emisi bumi di Bumi Uncak Kapuas.</p> <p style="text-align: justify;">Kepala Biro Perencanaan Kehutanan Indonesia, Hilman Nugroho pada acara workshop kehutanan dan perubahan iklim pada tanggal, belum lama ini mengatakan bahwa penurunan emisi gas bumi sangat penting. <br /><br />“Banyak negara besar menaruh harapan perubahan iklim, agar bumi ini tetap sejuk,” ucap Hilman. <br /><br />Menurutnya, bahwa tingginya emisi gas bumi diakibatkan oleh produktifitas kebanyakan negara maju. Sehingga gas emisi yang mereka keluarkan sangat banyak, sedangkan bagi negara berkembang sendiri, penurunan gas emisi masih bisa tanggulangi secara cepat dan maksimal, contohnya seperti Indonesia.<br /> <br />Terkait hal tersebut, Indonesia masih mempunyai banyak hutan lindung, terutama di daerah Kapuas Hulu. Fungsi hutan sangatlah penting, apalagi bagi Negara Indonesia khusunya bagi daerah Kabupaten Kapuas Hulu. <br /><br />“Hutan lindung di Kapuas Hulu sangat luas bisa, ini merupakan suatu potensi besar bagi Indonesia, karena daerah Kapuas Hulu mempengaruhi perubahan iklim terhadap daerah lain,” ujarnya. <br /><br />Lanjut dia, fungsi hutan lindung bagi alam ini, sebagai penyerap karbondioksida (CO2). <br /><br />“Hutan ini merupakan filter dari pemanasan global yang terjadi pada bumi,” kata Hilman.<br /> <br />Selain itu disampaikan Hilman Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di acara internasional menyampaikan, bahwa Indonesia akan berkomitmen untuk menurunkan emisi panas bumi ini 26 sampai 41 persen. Dari pernyataan tersebut banyak negara-negara maju mendukungnya dengan menjadi donor program bagi Indonesia. <br /><br />“Negara pendukung tersebut berkomitmen kuat menginginkan perubahan turunnya emisi gas bumi yang mengancam terhadap perubahan iklim dunia,” jelasnya. <br /><br />Dengan demikian kata Hilman bahwa Kabupaten Kapuas Hulu menjadi tempat untuk program yang dinamakan REDD (mendukung pengurangan emisi gas bumi dari deforestasi dan degradasi hutan). <br /><br />“Dengan beberapa cara diantaranya, penanaman kembali hutan yang telah gundul, menanam kembali pohon yang sudah ditebang,” ungkapnya. <br /><br />Kata Hilman Program ini terbentuk dari salah satu 3 asas perbantuan yang jatuh pada Kapuas Hulu. <br /><br />“Dari program ini ditargetkan mampu menurunkan emisi gas bumi sebesar 300 ribu sampai 400 ribu ton pertahun, kalau tidak maka program ini bisa dinyatakan gagal,” paparnya.<br /><br />Sementara itu untuk pelaksanaannya hilman juga menyatakan bahwa program ini sudah tertunda selama 2 tahun, untuk itu Hilman meminta kepada semua stakeholder untuk mendukung sepenuhnya, serta kepada masyarakat agar bisa membantu program ini, karena program ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah atau pinggiran hutan.<br /> <br />Hilman juga menyatakan program ini mempunyai dua sisi selain hutan untuk menurunkan emisi gas bumi, kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian untuk diperhatikan, agar bisa lebih meningkat. <br /><br />“Masyarakat yang ada diwilayah hutan juga akan bina, agar tidak merusak atau menebang hutan sembarangan. Sebaliknya, mereka bisa menjaga kelestarian hutan untuk menurunkan emisi bumi sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Mari kita berantas emisi bumi untuk masa depan kita bersama,” ajaknya penuh semangat. <strong>(phs)</strong><br /> <br /></p>














