Tutup Jalan, Warga Protes Kebijakan Pemprov Kalbar dan Kabupaten Terhadap Pencegahan Covid-19

oleh

SINTANG, KN – Sejumlah Ormas protes terhadap Kebijakan Pemerintah yang dinilai tidak tegas dalam menutup akses transportasi laut, darat dan udara terhadap keluar masuk orang ke Kalbar khusuanya Kabupaten Sintang dalam menekan kasus Covid-19, Warga Tanah Putih, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalbar menggelar aksi dengan menumbangkan pohon ke jalan raya, Jumat (24/4/2020).

Koordinator aksi Romolo mengatakan penutupan akses jalan Sintang-Sekadau sebagai bentuk protes kita terhadap kebijakan pemerintah provinsi dan Kabupaten yang dinilai tidak tegas dalam menekan Kasus Covid-19 di Kalimantan Barat. Selain itu pemerintah Provinsi teledor dalam mengawasi setiap orang yang masuk ke Kalimantan Barat baik melalui transportasi laut, darat maupun udara, kata Romolo.

Lanjut Romolo selain protes terhadap kebijakan pemerintah provinsi dan Kabupaten Aksi ini juga sebagai protes kita terhadap penempatan posko atau Pos pemeriksaan yang tidak tepat.

“Posko di letakan di dalam kota, bagaimana jika orang masuk ke Kabupaten Sintang sementara dia mau ke Kecamatan Sepauk, Tempunak, Sungai Tebelian ?, itu tidak termonitor karena posko atau pos pemeriksaan di dalam Kota”.

Seharusnya jelas Romolo, posko atau pos pemerikasaan tersebut di letakan di wilayah perbatasan, misalnya Sintang-Sekadau, Sintang-Melawi, Sintang Kapuas Hulu dan Sintang-Senaning. bukan diletakan di dalam kota” jelas Romolo.

Sementara itu, Kapolsek Sepauk, IPTU Suwaris mengatakan, aksi ini sebagai bentuk protes warga terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tegas dalam menutup akses transportasi laut, darat dan udara terhadap keluar masuk orang ke Kalbar khusuanya Kabupaten Sintang dalam menekan kasus Covid-19.

“Terlebih terdapat sekitar 100 orang dari Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur masuk ke Sintang belum lama ini”.

Aksi yang dilakukan oleh Ormas tesebut, minta ketegasan gubernur, bupati untuk tegas menututup akses dari luar baik udara maupun darat,” Kata Kapolsek Sepauk.

Kapolsek menambahkan, dalam aksi tersebut warga juga meminta agar gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 membangun posko dibatas wilayah bukan di dalam kota. Hal itu untuk mempermudah pengawasan keluar masuk orang ke suatu daerah.

IPTU Suwaris menegaskan, melalui aksi ini, warga berharap, agar apa yang menjadi aspirasi masyarakat dapat didengar demi keselamatan bersama, terlebih kasus Covid-19 di Kalbar sudah mencapai 50 kasus per Kamis (23/4/2020) kemarin, ucap Kapolsek. (*)