Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyatakan, ujian nasional program paket C di kota itu diikuti oleh 565 peserta. <p style="text-align: justify;"><br />"Peserta yang mengikuti ujian paket C dibagi atas dua kelompok, yakni dari kelas reguler sebanyak 471 orang, dan kelas formal atau peserta yang tidak lulus ujian nasional beberapa waktu lalu berjumlah 94 orang," kata Kepala Disdikpora Palangka Raya, Ikhwanudin, di Palangka Raya, Selasa.<br /><br />Menurutnya, ujian paket C itu dilaksanakan pada tanggal 5 – 8 Juli 2011.<br /><br />Namun ada yang berbeda pada tahun 2011 ini, yakni ujian paket C ada yang untuk SMA dan SMK. Pelaksanaan untuk paket C SMK hanya dua hari yaitu 5 – 6 Juli 2011.<br /><br />Ia mengatakan, sistem penilaian ujian paket C sama dengan standar ujian nasional formal, sehingga tidak semua peserta bisa lulus mengikuti program tersebut.<br /><br />"Tidak semua peserta ujian paket C bisa lulus, sebab sistemnya sama dengan kualitas standar nilai yang telah ditetapkan. Bahkan ada beberapa peserta yang sudah tiga kali mengikuti ujian paket masih belum lulus," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, ujian yang diadakan bukan hanya paket C atau setara SMA/SMK saja, melainkan ada juga ujian nasional paket A setara dengan sekolah dasar dan paket B setara dengan SMP.<br /><br />Peserta yang mengikuti ujian paket A berjumlah 56 orang dan paket B berjumlah sebanyak 321 orang, yaitu 173 dari kelas reguler dan 148 para siswa yang tidak lulus UN SMP beberapa waktu lalu atau kelas formal.<br /><br />"Ujian paket atau persamaan adalah program pendidikan pada jalur nonformal yang setara dengan SD/SMP/SMA, hal itu dikhususkan bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal untuk menuntasan pendidikan," ujarnya.<br /><br />Pihaknya mengharapkan, program tersebut mampu membantu anak-anak yang putus sekolah mengingat saat ini banyak sekali anak-anak diusia belajar dari kalangan tidak mampu jutru dipekerjakan untuk memabantu dan menambah pendapatan ekonomi rumah tangganya.<br /><br />"Masyarakat jangan khawatir dengan legalitas ijazahnya. Sebab ijazah ujian paket atau persamaan memiliki legalitas yang sama dengan ijazah ujian nasional umum di sekolah-sekolah, jadi kalau ingin mendaftar melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi tetap bisa," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














