Ujicoba Jembatan Bajarum Tunggu Pengeringan Semen

oleh

Perbaikan Jembatan Bajarum Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah hampir rampung dan ujicoba segera dilakukan setelah semen dinyatakan kering dan kuat. <p style="text-align: justify;"><br />"Perbaikan sudah selesai, tapi ini masih menunggu semennya kering dahulu, baru bisa dilakukan ujicoba," kata Bupati Kotim, H Supian Hadi diiyakan Wakil Bupati HM Taufiq Mukri di Sampit, Jumat.<br /><br />Informasi itu disampaikan Supian menjawab pertanyaan anggota DPR RI asal Kalteng, Hang Ali Saputra Syahpahan yang menanyakan terkait perkembangan perbaikan jembatan. Hang Ali pulang kampung ke Sampit untuk merayakan Imlek bersama keluarganya.<br /><br />Supian memperkirakan, ujicoba bisa dilakukan tanggal 2 atau paling lambat 5 Februari mendatang. Namun sebelum itu, tim teknis akan mengevaluasi terlebih dahulu hasil perbaikan sebelum diputuskan untuk melakukan ujicoba.<br /><br />Dia berharap tidak ada kendala lagi dalam penyelesaian perbaikan sehingga jembatan yang terletak di ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan itu bisa segera digunakan kembali agar aktivitas perekonomian masyarakat kembali lancar.<br /><br />"Kita pastikan dahulu hasilnya benar-benar kuat, baru kita ujicoba. Jangan sampai hasilnya kurang bagus, nanti rusak lagi. Mudah-mudahan semua berjalan lancar sesuai harapan kita bersama," harap Supian.<br /><br />Sementara itu Hang Ali menyarankan agar ujicoba dilakukan dengan teliti untuk memastikan bahwa jembatan tersebut benar-benar kuat dan aman jika kembali dibuka untuk lalu lintas mobil, termasuk untuk kendaraan berat.<br /><br />"Ujicoba dengan mobil kecil dulu, kalau sudah aman, baru ujicoba dengan mobil truk angkutan. Kita berharap jembatan bisa segera digunakan sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lancar," harap Hang Ali.<br /><br />Seperti diketahui, Jembatan Bajarum rusak serius akibat ditabrak tongkang bermuatan bijih besi pada 21 Desember 2013 lalu. Untuk menghindari terjadi hal yang tidak diinginkan, pemerintah daerah memutuskan menutup arus lalu lintas mobil di jembatan tersebut. <strong>(das/ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;">Poto Dok Radar Sampit</p>