Ujudkan Ekowisata, WWF Gandeng Pemkab Sintang

oleh

WWF-Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Sintang Fishing Club (SFC) dan Komunitas Pariwisata Sintang (Kompass) menggelar  pertemuan guna membahas empat daerah yang akan dijadikan destinasi pariwisata di Kabupaten Sintang. <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Sintang Melawi Officer WWF Indonesia, Dedi Wahyudy mengatakan keempat tempat wisata ini diajukan agar para wisatawan memiliki pilihan tak hanya saja wisata bukit kelam sehingga bisa membuat perbaikan ekonomi di semua pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">"Untuk ikon wisata Sintang yang selama ini kita kenal adalah Bukit Kelam tapi kita juga harus mempersiapkan alternatif lain," ujarnya.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Ia mengatakan pihaknya mendorong pemerintah untuk mengemas pariwisata dengan prinsip ekowisata yang memang menekankan pada peran masyarakat dan harus ramah lingkungan.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">"Kita menawarkan ekowisata dengan melibatkan masyarakat sebagai peran utama. Bagaimana mereka menjaga hutannya, menjaga airnya, menjaga flora dan faunanya, itulah menjadi aspek yang akan kita tunjukkan," ujarnya.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Apin, Ketua Kompass mengungkapkan tren pariwisata di dunia saat ini tak lagi hanya Sand, Sun and Sea tetapi sekarang orang lebih memilih bagaimana berwisata sembari berkonservasi.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">"Dengan perubahan paradigma masyarakat dalam berwisata akan menguntungkan untuk dilakukan ekowisata. Selama ini masyarakat selalu menilai bahwa bidang pariwisata bukanlah suatu hal yang menguntungkan, itu yang akan kita ubah. Kita tekankan bahwa investasi yang abadi adalah investasi melestarikan lingkungan karena ini tak bersifat sementara dan tak melihat dari satu sisi saja.," jelasnya.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Ketua SFC, Rayendra mengatakan empat daerah yang akan diajukan untuk dijadikan ekowisata adalah Danau Semetung, Tanjung Kresik, Nanga Pari, dan Sungai Sega.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">"Kita mengajak masyarakat sadar untuk menjaga lingkungannya karena semakin bersih dan semakin baik perawatannya maka akan semakin banyak pula wisatawan yang akan datang berkunjung," ucapnya.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sintang, H Maryono Senen mengungkapkan pihaknya sangat berterimakasih dengan adanya rancangan destinasi pariwisata  pasalnya hal tersebut tentunya sangat membantu wisatawan untuk menemukan tempat wisata baru dan tentunya menambah pendapatan daerah serta keuntungan tersendiri bagi masyarakat disekitar tempat wisata.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">"Saya sangat berterimakasih karena dengan adanya empat tempat wisata baru di Kabupaten Sintang yang akan membuat wisatawan tak hanya melihat tempat wisata yang dimiliki Kabupaten Sintang itu hanyalah bukit kelam," ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu yg lalu.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">Ia mengatakan saat ini pengembangan ekowisata di Indonesia sudah berjalan, banyak orang mulai menyadari tentang kehidupan alam bebas dan masyarakat sekitarnya.</div> <div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">"Hanya untuk pengembangannya ke depan masih dibutuhkan perencanaan dalam pengelolaan ekowisata itu sendiri, terutama yang berbasis masyarakat. Dalam hal ini masyarakat lokal sendiri yang menjadi pemeran utamanya, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang menjadi tujuan atau destinasi wisata tersebut," tukasnya. (Yli)</div> <div>Sintang Melawi Officer WWF Indonesia, Dedi Wahyudy mengatakan keempat tempat wisata ini diajukan agar para wisatawan memiliki pilihan tak hanya saja wisata bukit kelam sehingga bisa membuat perbaikan ekonomi di semua pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.</div> <div></div> <div>"Untuk ikon wisata Sintang yang selama ini kita kenal adalah Bukit Kelam tapi kita juga harus mempersiapkan alternatif lain," ujarnya.</div> <div></div> <div>Ia mengatakan pihaknya mendorong pemerintah untuk mengemas pariwisata dengan prinsip ekowisata yang memang menekankan pada peran masyarakat dan harus ramah lingkungan.</div> <div></div> <div>"Kita menawarkan ekowisata dengan melibatkan masyarakat sebagai peran utama. Bagaimana mereka menjaga hutannya, menjaga airnya, menjaga flora dan faunanya, itulah menjadi aspek yang akan kita tunjukkan," ujarnya.</div> <div></div> <div>Apin, Ketua Kompass mengungkapkan tren pariwisata di dunia saat ini tak lagi hanya Sand, Sun and Sea tetapi sekarang orang lebih memilih bagaimana berwisata sembari berkonservasi.</div> <div></div> <div>"Dengan perubahan paradigma masyarakat dalam berwisata akan menguntungkan untuk dilakukan ekowisata. Selama ini masyarakat selalu menilai bahwa bidang pariwisata bukanlah suatu hal yang menguntungkan, itu yang akan kita ubah. Kita tekankan bahwa investasi yang abadi adalah investasi melestarikan lingkungan karena ini tak bersifat sementara dan tak melihat dari satu sisi saja.," jelasnya.</div> <div></div> <div>Ketua SFC, Rayendra mengatakan empat daerah yang akan diajukan untuk dijadikan ekowisata adalah Danau Semetung, Tanjung Kresik, Nanga Pari, dan Sungai Sega.</div> <div></div> <div>"Kita mengajak masyarakat sadar untuk menjaga lingkungannya karena semakin bersih dan semakin baik perawatannya maka akan semakin banyak pula wisatawan yang akan datang berkunjung," ucapnya.</div> <div></div> <div>Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sintang, H Maryono Senen mengungkapkan pihaknya sangat berterimakasih dengan adanya rancangan destinasi pariwisata  pasalnya hal tersebut tentunya sangat membantu wisatawan untuk menemukan tempat wisata baru dan tentunya menambah pendapatan daerah serta keuntungan tersendiri bagi masyarakat disekitar tempat wisata.</div> <div></div> <div>"Saya sangat berterimakasih karena dengan adanya empat tempat wisata baru di Kabupaten Sintang yang akan membuat wisatawan tak hanya melihat tempat wisata yang dimiliki Kabupaten Sintang itu hanyalah bukit kelam," ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu yg lalu.</div> <div></div> <div>Ia mengatakan saat ini pengembangan ekowisata di Indonesia sudah berjalan, banyak orang mulai menyadari tentang kehidupan alam bebas dan masyarakat sekitarnya.</div> <div></div> <div style="text-align: justify;">"Hanya untuk pengembangannya ke depan masih dibutuhkan perencanaan dalam pengelolaan ekowisata itu sendiri, terutama yang berbasis masyarakat. Dalam hal ini masyarakat lokal sendiri yang menjadi pemeran utamanya, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang menjadi tujuan atau destinasi wisata tersebut," tukasnya. (Yli)</div> <p> </p>