Ukiran dan Anyaman Sekadau Tampil di HKG PKK ke-39

oleh

Tim Pengerak Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sekadau siap memperkenalkan komoditi lokal khas Kabupaten Sekadau pada kegitan HKG PKK ke 39 di Pontianak Selasa (31/05/2011). Komoditi lokal yang akan dikutsertakan dalam pameran tersebut di antaranya kerajinan tangan, berupa anyam-anyaman dan ukiran. <p style="text-align: justify;">“Untuk ukir-ukiran sudah dua bulan kami persipkan, selain kita mengedepankan tenun ilong khas daerah kita yang akan di pamerkan juga pada kegitan HKG PKK ke 39 nanti,” jelas Ny. Scolastika Simon Petrus.<br /><br />Bahkan, berbagai jenis ukur-ukiran berbahan kayu akan di pemerkan dalam kegiatan tersebut, seperti gantungan kunci, asbak rokok, dan lain sebagainya. <br /><br />Ditambahkan pihaknya telah memfasilitasi seorang pengukir asal kabupten sekadau yang sudah lama di bina oleh tim TP PKK kabupaten sekadau untuk mengidupkan kembali seni ukur di daerah ‘Bumi Lawang Kuari’ termasuk melihat besarnya peluang bisnis.<br /><br />Hal itu, sebagai cara PKK untuk mengajak agar dapat berkreatif memanfaatkan berbagai bahan di sekitar, seperti bahan dari kayu dan sebagainya. <br /><br />“Hasilnya nanti kalau memang di tekuni, sangat positif untuk menambah penghasilan ekonomi keluarga, dengan kreatif memanfaatkan bahan baku itu tadi,” ucapnya.<br /><br />Sementara itu Bupati Sekadau Simon Petrus S.Sos.M.Si mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau mendukung para pengrajin  lokal untuk memasrkan produk mereka ke pasaran. Hal ini juga menjadi sebuah tantangan karena, hasil kerajinan yang disuguhkan adalah hasil karya putra-putri terbaik Sekadau.<br /><br />"Hasil-hasil perajin yang dikembangkan melalui usaha kecil dan menengah (UKM), kemudian dipasarkan melalui Disperindagkop Sekadau.kebanyakan hasil kerajinan adalah bermotif daerah, dari mana asalnya, inilah yang memiliki daya tarik tersendiri,” kata Simon Petrus SSos MSi, ketika membuka lokakarya perajin lokal di kantor TP-PKK Sekadau.<br /><br />Menurut Simon, sangatlah penting untuk memberikan support (dukungan) kepada para perajin, baik dari segi modal usaha ini tidaklah terlalu mahal, sebab kebanyakan bahan bakunya dari hutan. <br /><br />“Jadi tidaklah susah apabila penggelut kerajinan tangan ditampung hasilnya kemudian dijual. Setelah laku, hasilnya dikembalikan kepada para perajin,” ucap Simon.<br /><br />Masih dikatakan Simon, kain tenun yang dihasilkan kelompok perajin dicarikan pasarannya oleh pemerintah. Di pasar tersebut semua hasil kerajinan dikumpulkan untuk dijual. <br /><br />“Hal ini dilakukan agar penggelut kerajinan merasa dihargai hasilnya hingga ke depan mereka merasa mendukung untuk terus berkarya,” kata Simon.<br /><br />Tidak menutup kemungkinan ke depan, sambungnya, Pemkab Sekadau akan membuka pasar khusus hasil kerajinan dari berbagai perajin. Hasil dari siapa saja baik itu kelompok maupun perorangan, semua ditampung di pasar khusus tersebut. <br /><br />“Supaya orang yang datang ke Sekadau ingin mencari ciri khas budaya dalam bentuk karya sangat mudah ditemukan, karena sudah ada tempat khusus. <br /><br />“Inilah rencana pemerintah daerah ke depan,” ungkap Simon.<strong> (phs)</strong></p>