UKM Binaan Di Balangan Beromset Jutaaan Rupiah

oleh

Usaha Kecil Menengah, Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera Mawar di Kelurahan Batu Piring, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, berhasil memproduksi keripik pisang dengan omset jutaan rupiah perbulan. <p style="text-align: justify;">Menurut Ketua Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Mawar, Winarsih di Paringin, ibu kota Balangan, Jumat, UKM itu di bentuk sejak 2008 lalu.<br /><br />"UPPKS Mawar beranggotakan 12 orang ibu rumah tangga dengan produk andalan saat ini keripik pisang Talas," ujarnya.<br /><br />UPPKS Mawar merupakan UKM yang berada di bawah binaan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana setempat.<br /><br />Pembentukan UPPKS adalah bagian dari program kerja Badan PPKB setempat dalam upaya peningkatan perekonomian keluarga agar lebih sejahtera.<br /><br />"Bahan baku kripik adalah pisang Talas dengan harga beli Rp3 ribu persepuluh buah dan dalam satu hari membutuhkan antara 400 hingga 500 buah," katanya.<br /><br />Produksi kripik dilakukan dengan sederhana, menggunakan penggorengan dan alat masak lain seperti yang digunakan sehari-hari.<br /><br />Untuk menjaga rasa dan kualitas, digunakan minyak goreng murni dan tanpa pemanis buatan untuk kemudian di kemas dan dipasarkan seharga Rp1 ribu persatuan atau Rp800 untuk pembelian dalam jumlah banyak.<br /><br />"Keripik yang menggunakan merk "Camilan Bunda Kreatif" ini dapat bertahan selama satu bulan dan dipasarkan dengan cara menitipkannya di warung-warung dan kios," tambahnya.<br /><br />Selain itu, agar wilayah pemasaran lebih luas, produk juga dititipkan kepada para pedagang keliling, hingga mencapai ke luar daerah.<br /><br />hasil penjualan keripik pisang Talas tersebut UPPKS Mawar memperoleh keuntungan sebesar Rp1,5 juta/bulan. Setiap akhir tahun, keuntungan tersebut dibagikan kepada para anggota sebesar Rp1,2 juta.<br /><br />Petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Paringin Selatan, Norlaila Yulianti yang merupakan pembina Kelompok UPPKS Mawar mengatakan, pengelolaan UKM binaan tersebut tergolong baik.<br /><br />"Kita melakukan pembinaan, penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok tersebut dan memfasilitasi agar memperoleh bantuan permodalan dari pemerintah daerah setempat," ujarnya.<br /><br />Bantuan modal yang tengah diupayakan merupakan bagian dari program pengembangan dan pembinaan UKM dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi setempat, berupa pinjaman lunak tanpa bunga sebesar Rp5 juta.<br /><br />Melalui kucuran bantuan permodalan tersebut, diharapkan kedepannya Kelompok UPPKS Mawar dapat lebih berkembang sehingga berimbas langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga anggotanya.<br /><br />Selain itu, Kelompok UPPKS Mawar diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kelompok-kelompok UPPKS lainnya di Balangan.<br /><br />Indikator keluarga sejahtera sendiri antara lain terpenuhinya kebutuhan sandang, papan dan pangan, pekerjaan, pendididkan, kesehatan serta sosial, demikian Norlaila Yulianti. <strong>(phs/Ant)</strong></p>