UKM Kotawaringin Timur Dituntut Lebih Kreatif

oleh

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dituntut untuk lebih kreatif dan jeli dalam membaca pangsa pasar untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. <p style="text-align: justify;">"Jika para pelaku UKM di Kabupaten Kotim tidak kreatif maka mereka harus bersiap tersingkir, bahkan bangkrut. Memasuki MEA 2015 persaingan cukup ketat dengan masuknya produk asing ke Indonesia," kata Kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kotim, Mudjiono, di Sampit, Selasa.<br /><br />Mulai sekarang, pelaku UKM harus menyiapkan diri dalam berbagai pengembangan, terutama dalam segi manajemen pemasaran.<br /><br />Untuk mampu bersaing dengan produk luar negeri yang masuk ke Indonesia, maka pelaku UKM sebagai penggerak ekonomi harus meningkatkan pengembangan sistem manajemen.<br /><br />Menurut Mudjiono, manajemen pemasaran sangat penting dalam dunia usaha, terutama bagi pelaku UKM, sebab sebaik apapun produk yang dihasilkan tanpa dibarengi dengan ilmu pemasaran yang baik maka produk tersebut tidak akan laku dijual atau sia-sia.<br /><br />Hal lain yang juga tak kalah pentingnya dan harus diperhatikan oleh pelaku UKM dalam menjual hasil produksinya adalah mengenai pangsa pasar, punya produk namun tidak jelas atau tidak ada penerimanya maka akan sia-sia.<br /><br />"Saya lihat hasil produksi UKM Kabupaten Kotim tidak kalah bagus dengan produk luar negeri, hanya pelaku UKM perlu lebih meningkatkan lagi kualitas produksinya agar mampu bersaing dan merebut minat pembeli," ujar Mudjiono.<br /><br />Berdasarkan hasil survei 20 persen konsumen membeli sebuah produk karena alas an logika dan 2 persen membeli karena ada ikatan emosional.<br /><br />Untuk merebut minat pembeli, pelaku UKM harus membuat atau menciptakan produk yang membangkitkan emosional pembeli.<br /><br />"Salah satu contohnya adalah ketika kita menawarkan produk baju batik khas Sampit, yakni motif anggrek tebu. Kita pasti akan menyampaikan bahwa produk yang kita tawarkan lebih nyaman, aman terhadap kulit, dingin dan berbahan bagus," katanya.<br /><br />Dengan adanya penawaran dan penjelsan yang bagus itu tentu akan memikat hati pembeli, terutama mereka orang asli Kota Sampit, yang secara langsung memiliki ikatan emosional. <strong>(das/ant)<br /></strong></p>