Tepat tangal 31 maret 2014 umat Hindu merayakan Perayaan Nyepi. Perayaan nyepi sendiri oleh umat Hindu diisi dengan melakukan amati geni yaitu mengadakan Samadhi pembersihan diri lahir batin. <p style="text-align: justify;">Dengan maksud untuk membersihkan segala dosa yang sudah diperbuat selama hidup di dunia dan memohon pada yang Maha Kuasa agar diberikan kekuatan untuk bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang.<br /><br />Humas Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sintang Edy Widodo mengakui peringatan Hari Raya Nyepi ini dimanfaatkan oleh umat Hindu melakukan perenungan diri untuk kembali menjadi manusia yang bersih , suci lahir batin.<br /><br />“Nyepi untuk di Sintang kita rayakan secara sederhana tapi tidak mengurangi nilai dan maknanya,"ujarnya.<br /><br />Seperti daerah-daerah lain, Umat Hindu di Sintang juga menjalani amati karya saat Nyepi. Yakni tidak melakukan pekerjaan apapun selama tapa brata. Dicontohkanya bagi yang bertani, maka tidak berangkat ke sawah. Hal yang sama untuk umat Hindu saat Nyepi yaitu tidak boleh berpergian, atau disebut Amati Lelungan.<br /><br />Lebih lanjut Alumnus Hukum Universitas Diponegoro Jawa Tengah ini mengatakan hakikat Nyepi adalah catur brata. Artinya menahan hawa nafsu dan amarah. Segala sesuatu yang berbau duniawi. dilepaskan sejenak sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada yang maha kuasa. Semua disimbolkan dengan tidak diperbolehkan menyalakan api atau lampu selama menjalanakan tapa brata penyepian.<br /><br />Di kabupaten Sintang sendiri diakui Edy sudah berdiri dua pura untuk ibadah umat Hindu. Pertama pura Giri Penataran Agung di desa Tinum Baru Kecamatan Tempunak. Dan, kedua pura Giri Luhur di desa Lundang Baru kecamatan Dedai. Dengan jumlah umat Hindu mencapai 200 kepala keluarga. <br /><br />Terakhir, saat Nyepi umat Hindu di Sintang juga akan menjalani Amati Lelanguan. Artinya tidak boleh mengumbar kesenangan duniawi. Seperti menikmati hiburan, musik, lagu, tari-tarian, dan film. Pikiran dipusatkan untuk merenungkan keagungan Hyang Widhi serta untuk mulat sarira,” kata Edi. Edi menambahkan, sehari selepas Nyepi, umat Hindu akan melaksanakan Ngembak Geni yang disebut juga dengan istilah labuh brata atau lebar puasa, sebagai hari selesainya melakukan berbagai bentuk brata atau upawasa. <br /><br />“Pada saat Ngembak Geni umat melakukan kunjungan untuk saling memaafkan dan Dharma Santi baik antara masyarakat sekelilingnya ataupun keluarga,” kata Edi.<br />Menurut Edy, Dharma santi dalam bentuk resepsi dapat juga dilakukan beberapa hari sebelum atau sesudah hari raya Nyepi yang diisi dengan pembacaan Sloka, Kidung dan Dharma Gita serta Dharma Wacana mengenai makna hari raya Nyepi. <strong>(ek/das)</strong></p>