Umat Hindu Samarinda Gelar Upacara Tawur Kasanga

oleh

Sekitar 500 Umat Hindu di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat, mengikuti upacara Bhuta Yajna atau Tawur Kasanga, sebagai prosesi menyeimbangkan diri dan alam. <p style="text-align: justify;">Pada persiapan prosesi Tawur Kasanga yang digelar di Pura Jagat Hita Karana Samarinda itu terlihat seorang Pinandite (tokoh agama Hindu) melakukan ritual pengantar menuju Pecarwan sebagai persiapan sebelum melaksanakan upacara Tawur Kasanga. <br /><br />Dalam menyambut Tahun Baru Saka, Umat Hindu akan melaksanakan serangkaian Yadnya yang dimulai dengan Melis atau Melasti yang telah digelar di Balikpapan, Kamis (3/3). <br /><br />Hari ini, Umat Hindu menggelar upacara Bhuta Yajna atau yang dikenal Tawur Kasanga yang bertujuan mewujudkan Bhuta Hita yakni hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungannya dan jangan sampai hanya pandai mengambil dan memanfaatkan alam. <br /><br />"Umat Hindu harus memperlakukan alam secara bersahabat saja tetapi juga wajib memelihara dan mengelolanya," ungkap Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Samarinda, I Made Subamia. <br /><br />Sebelum upacara Tawur Kasanga dilaksanakan kata I Made Subamia, digelar berbagai persiapan yakni melakukan pembersihan diri dan lingkungan untuk mengusir kejahatan agar prosesi upacara bisa dilakukan secara khidmat dan tenteram. <br /><br />"Pinandite akan melakukan persiapan melalui pembersihan diri dan lingkungan agar upacara bisa berjalan lancar," katanya. <br /><br />"Pada hakekatnya. Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka merupakan tradisi keagamaan yang mengandung nilai-nilai luhur untuk meningkatkan `Sradha` (iman) dan Bhakti kepada Tuhan dan bukan hanya sekedar kegiatan rutin untuk menyongsong Tahun Baru Saka tetapi sebagai perwujudan Yadnya atau pengorbanan suci yang tulus dan iklas sebagi bhakti kepada Tuhan," kata Ketua PHDI Samarinda itu. <br /><br />Puncak upacara Tawur Kasanga itu lanjut I Made Subamia, yakni dengan mengarak ogoh-ogoh, mulai dari Pura Jagat Hita Karana di Jalan Sentosa, kemudian menyusuri Jalan Pemuda hingga ke Jalan remaja hingga kembali ke Pura. <br /><br />"Puncak upacara Tawur Kasanga hari ini akan kami lakukan dengan mengarak ogoh-ogoh secara spektakuler. Ogoh-ogoh itu kami lambangkan manusia besar yang disimbolkan sebagai roh jahat yang pada upacara ini dinetralisir menjadi kekuatan baik," kata I Made Subamia. <br /><br />Pada Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 5 Maret 2011 kata dia, Umat Hindu di Samarinda akan melakukan Catur Brata Penyepian yakni Amati Gni, Amati Karya, Amati Lalanguan, dan Amati Lelugayan sebagai wujud membersihkan pikiran dari ikatan Tri Guna, yaitu Satwam, Rajas, dan Tamas agar jiwa disucikan dan dbersihkan dari belenggu kabut Awidya. <br /><br />"Rangkaian prosesi hari ini (Kamis) merupakan bentuk pembersihan diri dan alam agar besok (Jumat) yang merupakan Hari Raya Nyepi Umat Hindu dapat melaksanakan Catur Brata Penyepain, baik di rumah maupun di Pura," ungkap Ketua PHDI Samarinda itu. <br /><br />Umat Hindu yang tinggal di Samarinda lanjut PHDI Samarinda itu mencapai 3660 jiwa.<strong> (das/ant)</strong></p>