UMK 2015 Kotawaringin Timur Naik 10,5 Persen

oleh

Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) 2015 di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, naik sebesar 10,5 persen dari tahun sebelumnya. <p style="text-align: justify;"><br />"UMK/UMSK 2014 Kabupaten Kotim sebesar Rp1.817.424 sedangkan pada 2015 terjadi kenaikan sebesar 10,5 persen atau sebesar Rp190.830, sehingga menjadi Rp2.008.254," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotim, Eka Bima Wardana di Sampit, Rabu.<br /><br />Kenaikan UMK/UMSK 2015 tersebut berdasarkan pertimbangan survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Kabupaten Kotim yang secara garis besar terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok di beberapa wilayah.<br /><br />Pada 2014 lalu, UMK Kabupaten Kotim ditetapkan sebesar Rp1.817.424 dengan adanya kenaikan sebesar Rp190.830 atau 10,5 persen dari nilai tahun sebelumnya maka menjadi Rp2.008,254.<br /><br />Sedangkan untuk UMSK sektor pertanian, peternakan, kehutanan, berburu dan perikanan, hutan tanaman industri (HTI), penebangan kayu dan sektor industri pengolahan dari Rp1.908.525 naik sebesar Rp190.830 atau menjadi Rp2.108.920.<br /><br />Untuk sektor bangunan, sektor pertambangan dan penggalian dari Rp1.998.970 naik sebesar Rp190.830 atau menjadi Rp2.208.862.<br /><br />Begitu juga dengan sektor jasa dan sektor listrik, gas dan air dari Rp1.908.525 naik sebesar Rp190.830 atau menjadi Rp2.108.920.<br /><br />Menurut Bima, kenaikan UMK/UMSK tersebut telah mendapat persetujuan dari pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) cabang Kabupaten Kotim dan pihak serikat pekerja atau serikat buruh Kabupaten Kotim.<br /><br />Peningkatan UMK/UMSK sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja sebagai bagian dari upaya memajukan kesejahteraan masyarakat dan guna mendorong peningkatan peranserta pekerja dalam pelaksanaan proses produksi melalui mekanisme penetapan upah minimum.<br /><br />"Dengan adanya kenaikan UMK/UMSK sebesar 10,5 persen tersebut diharapkan dibarengi dengan peningkatan kualitas kerja," katanya.<br /><br />Pembahasan UMK/UMSK Kabupaten Kotim sempat alot karena pihak serikat pekerja atau serikat buruh Kabupaten Kotim menghendaki kenaikan upah sebesar 10-12 persen, namun pihak Apindo keberatan dengan usulan kenaikan tersebut.<br /><br />Setelah dilakukan perundingan akhirnya kedua belah pihak sepakat mengambil jalan tengah, yakni UMK/UMSK 2015 naik sebesar 10,5 persen.<br /><br />"Kanikan UMK/UMSK Kabupaten Kotim sudah disepakati dan ditandatangani oleh kedua belah pihak, yakni serikat pekerja dan Apindo. Kesepakatan tersebut selanjutnya akan kami serahkan ke Bupati Kotim Supian Hadi sebagai laporan, kemudian bupati mengeluarkan rekomendasi dan rekomendasi tersebut akan segera kami kirim ke pemerintah provinsi Kalteng untuk disahkan," katanya.<br /><br />Sementara itu Ketua Apindo Kabupaten Kotim Siswanto menyambut baik atas kesepakatan yang telah dicapai.<br /><br />"Selaku pengusaha kami berharap kenaikan UMK/UMSK sebesar 10,5 persen tersebut nantinya akan dibarengi dengan peningkatan kerja sehingga dalam pelaksanaannya nanti tidak ada pihak yang dirugikan," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>