UMK Barsel Tunggu Persetujuan Gubernur

oleh
oleh

Kenaikan Upah Minimum Kabupaten Barito Selatan tahun 2014 yang sudah ditetapkan sebesar Rp 1.895.132, namun masih menunggu persetujuan Gubernur Kalimantan Tengah. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Drs Hardin F Nusan, M. Si yang dikonfirmasi di Buntok, Selasa mengatakan, surat usulan dewan pengupahan tersebut sudah ditandatangani Bupati Barsel.<br /><br />"Surat usulan kenaikan UMK tersebut sudah kita kirimkan kepada Gubernur dan saat ini kita sedang menunggu peraturan gubernur (Pergub) terkait penetapan UMK itu," kata Hardin F Nusan.<br /><br />Dia mengatakan, UMK Barsel tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 18 persen dari sebelum (2013), yakni dari Rp1.606.044 menjadi Rp1.895.132.<br /><br />"Sedangkan untuk Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) pada 2014 juga akan mengalami kenaikan sebesar 20 persen," kata Hardin menjelaskan.<br /><br />UMSK sektor upah buruh seperti pertanian, perkebunan dan Hutan Tanaman Industri, penebangan kayu, industri pengolahan, jasa, listrik, gas dan air dari Rp1.682.264 direncanakan naik menjadi Rp2.018.717, kata dia.<br /><br />"Sementara untuk UMSK dari sektor bangunan dan pertambangan serta sektor penggalian yang sebelumnya sebesar Rp1.763.926 akan naik menjadi Rp 2.116.711," ucap Hardin.<br /><br />Oleh karena itu, dia mengharapkan sekitar 2.500 karyawan yang bekerja di berbagai perusahaan di wilayah Barsel dapat menerima bila peraturan Gubernur terkait UMK dan YMSK ditetapkan.<br /><br />"Kepada semua perusahaan yang berinvestasi di wilayah Barsel diminta wajib menyesuaikan upah karyawannya dengan standar pengupahan yang akan ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalteng nanti," demikian Kepala Disnakertrans Hardin. <strong>(das/ant)</strong></p>