UN Di Kaltim Terancam Batal Dilaksanakan Kamis

oleh

Ujian Nasional di Provinsi Kalimantan Timur, terancam batal dilaksanakan Kamis (18/4) karena hingga hari ini (Selasa,16/4) kekurangan soal belum diterima. <p style="text-align: justify;">"Informasi petugas PT Pos Balikpapan bahwa hari ini soal tidak datang, mereka tidak menjamin bisa mendistribusikan soal-soal itu ke kabupaten/kota," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim Musyahrim, kepada wartawan di Samarinda, Selasa.<br /><br />Ia mengatakan, jika soal itu baru datang besok (Rabu,17/4) maka sangat mustahil UN bisa dilaksanakan Kamis (18/4), apalagi kondisi wilayah Kaltim bervariasi dan banyak wilayah yang sulit dijangkau melalui perjalanan darat.<br /><br />Hingga Selasa siang, kata Musyahrim, soal UN yang diterima untuk wilayah Kaltim baru 273 koli dari 480 koli yang dibutuhkan.<br /><br />"Berdasarkan laporan staf saya di Balikpapan, hingga pukul 14.30 Wita soal diterima baru 273 koli dari kebutuhan 480 koli, berarti masih kurang 207 koli soal atau masih 52 persen soal yang diterima," kata Musyahrim.<br /><br />Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, lanjut Musyahrim, tetap berharap, hari ini (Selasa) 100 persen soal ujian tersebut sudah diterima, sehingga UN bisa dilaksanakan pada Kamis (18/4).<br /><br />"Kami berharap, panitia pusat benar-benar bisa melihat situasi ini agar penyelenggaraan UN di Kaltim bisa terlaksana Kamis. Jika besok baru tiba, sangat dikhawatirkan soal itu bisa sampai ke sekolah penyelenggara hingga Kamis," katanya.<br /><br />Terkait penundaan lagi, ia mengatakan, itu kebijakan Kementerian Pendidikan dan pihaknya hanya menunggu kalau soalnya sudah ada akan segera didistribusikan.<br /><br />Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, lanjut dia, akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di 14 kabupaten/kota.<br /><br />"Sekarang, setelah ada kepastian belum ada pengiriman, saya juga minta laporan seluruh Dinas Pendidikan dari kabupaten/kota seperti apa persiapan mereka mengantisipasi, sebab yang tahu persis lokasi dan kondisi sekolah penyelenggara adalah mereka," katanya.<br /><br />"Artinya, kalau misalnya besok baru dikirim mungkinkah pada Kamis soal itu sudah bisa sampai ke sekolah penyelenggara. Itulah yang saya minta laporan teman-teman dari daerah. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mendistribuskan soal hingga ke seluruh sekolah penyelenggara paling tidak membutuhkan waktu dua hari," ungkap Musyahrim. <strong>(das/ant)</strong></p>