UNMUL Tandatangani MoU Dengan Universitas Goettingen Jerman

oleh

Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur, bersama Universitas Goettingen Jerman, menandatangani nota kesepahaman atau MoU tentang kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian. <p style="text-align: justify;">Penandatanganan MoU (memorandum of understanding) antara Universitas Mulawarman dengan Unviversitas Goettingen Jerman tersebut berlangsung di rumah jabatan Rektor Unmul di Samarinda, Rabu malam.<br /><br />"Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari Diskusi Ilmiah ‘Maternal and Child Health Summer School 2013’ yang berlangsung di Kampus Universitas Mulawarman Samarinda sejak 18 hingga 23 November 2013," ungkap Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim, Arie Ibrahim.<br /><br />MoU tersebut ditandatangani Dekan Fakultas Kedokteran Unmul Samarinda, dr Emil Bachtiar Moerad dan Prof Dr. Uwe Gross sebagai Koordinator Indonesia-Jerman Health Educations Partnership yang disaksikan langsung Rektor Universitas Mulawarman Zamruddin Hasyid.<br /><br />Pada MoU tersebut dinyatakan bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda, menyatakan berkeinginan untuk mengembangkan kerja sama dalam bidang penelitian kedokteran, pendidikan, pertukaran pelajar dan dosen dengan tujuan meningkatkan kapasitas pendidikan dan penelitian.<br /><br />"Jadi, tidak hanya menggelar diskusi ilmiah dan simposium tetapi telah ditingkatkan melalui MoU yang nantinya akan terjalin kerja sama lebih intens baik melalui pertukaran pelajar/mahasiswa antara Indonesia dengan Jerman maupun kerja sama sektor pendidikan dan penelitian," katanya.<br /><br />"Jadi, kami berharap melalui MoU ini akan lebih meningkatkan hubungan Indonesia dengan Jerman sehingga akan terjadi transformasi ilmu pengetahuan maupun pertukaran penelitian termasuk pelibatan ahli Indonesia pada setiap kegiatan penelitian yang mereka lakukan," ungkap Arie Ibrahim.<br /><br />Pada diskusi ilmiah "Maternal and Child Health Summer School 2013" yang berlangsung di Kampus Universitas Mulawarman Samarinda sejak 18 hingga 23 November 2013 dihadiri 11 peneliti khususnya di bidang kedokteran asal Jerman.<br /><br />"Ini kunjungan terbanyak peneliti ke Kaltim, sebab selama ini biasanya hanya ada satu sampai dua peniliti yang berkunjung. Mereka menjadi pembicara pada diskusi ilimiah ‘Maternal and Child Health Summer School 2013’. Tema ibu dan anak ini sesuai dengan tekad pemerintah pada pencapaian Millenium Development Goals (MDGs)," kata Arie Ibrahim.<br /><br />Selain peneliti dari Jerman, lanjut Arie Ibrahim, diskusi ilmiah itu juga dihadiri peniliti dari Swiss dan Thailand serta pakar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.<br /><br />"Diskusi ilmiah tentang kesehatan ibu dan anak ini dihadiri 50 orang, termasuk 11 peneliti dari Jerman, 22 ahli dari Universitas Mulawarman, 18 ahli dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta pakar dari Swiss dan Thailand," ujar Arie Ibrahim.<br /><br />Selain diskusi ilmiah juga akan digelar simposium yang akan dilaksanakan di Ballroom Rembulan, RSUD AW. Sjahranie Samarinda pada 23 November 2013. <strong>(das/ant)</strong></p>