Upacara HUT TNI Ke-66 Di Guyur Hujan

oleh

Hujan yang menguyur Bumi Uncak Kapuas pada Dirgahayu TNI yang ke-66 , tidak menyurutkan semangat para parjurit tetap bertahan pada Upacar HUT TNI ke-66, yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu sekitar pukul 8.30 wib, Rabu (05/10/2011). <p style="text-align: justify;">Bertindak sebagai Inspetur Upacara Let.Kol Inf. Rolando Manggatas, komandan upacara Kapten Inf. Suherman sementara untuk peserta upacara terdiri dari Anggota TNI, Anggota Polres Kapuas Hulu dan Sat.Polisi Pamong Praja. Sedangkan  Dirgahayu TNI ke-66 kali ini  bertemakan “ Dengan keterpaduan dan Profesionalisme, TNI bersama komponen Bangsa siap menjaga dan menegakkan kedaulatan serta keutuhan NKRI”<br /><br /> Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, SH, Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade Zulkifli, Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana, SH, sejumlah Kepala Dinas, Kantor, Badan, dan Bagian yang ada di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, sejumlah pelajar  tingkat SLTA dan sejumlah undagan lainnya. <br /><br />Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Komandan Kodim (Dandim) 1206/Psb Let.Kol Inf Rolando Manggatas mengatakan bahwa sesuai konsitusi TNI mengemban tuga pokok untuk menegakan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara, sedangkan sebagai manifestasi  dari peran internasional, TNI mengemban tugas pemeilharaan perdamaian di berbagai wilayah konflik di dunia, disamping itu TNI juga melaksanakan berbagai tugas untuk membantu masyarakat mengatasi kesulitan atau kedaruratan tertentu, seperti bencana alam. Tugas-tugas konstitusional itu dilaksanakan baik melalui operasi militer untuk perang, maupun operasi militer selain perang. <br /><br />“ Mencermati tatangan tugas TNI kedepan yang semakin tidak ringan, pada hari yang bersejarah ini pula, Kita bagai diingatkan oleh amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman pada tanggal 17 Agustus 1948 yang mengatakan robek-robeklah badanku, potong-potomglah jasadku, tetapi jiwaku yang dilindungi benteng merah putih akan tetap hidup akan tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi, inilah sesungguhnya semagat cinta bangsa dan cintah tanah air yang sejati ,” ungkapnya. <br /><br />Tidak hanya itu disisi lain NKRI yang sangat luas dengan posisi geografis yang amat strategis, tentu memerlukan sistem pertahanan yang tangguh dan didukung oleh tentara yang kuat dan professional, dalam membangun kemampuan tangkal tersebut pemerintah telah memberikan perhatian besar pada pembangunan kekuatan TNI, melalui upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan dan pembangunan “ Kekuatan minimal” serta peningkatan kesejahteraan prajurit. Bahkan pada RAPBN 2012, pemerintah telah menaikan anggaran pertahanan yang signifikan dari anggaran sebelumnya. <strong>(phs) </strong></p>