Upacara Sumpah Pemuda, Bupati Sampaikan Sambutan Menpora

oleh

Dalam Upacara yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu sekitar pukul 08.30 wib, Jum’at (28/10/2011), tepatnya peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-83, Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, SH yang bertindak selaku inspektur Upacara menyampaikan sambutan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora). <p style="text-align: justify;">Dalam upacara tersebut sedikitnya kurang lebih 200 orang yang separuhnya terdiri dari pelajar yang ada di Kota Putussibau dan sekitarnya, menjadi peserta upacara, sisanya terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, Aparat Kepolisian dan TNI serta Sat.Polisi Pamongpraja Kapuas Hulu. <br /><br />Sementara tampak hadir juga Dandim 1206/Putussibau Letkol.Inf. Rolando Manggatas, Danyon 644/ Walet Sakti Putussibau Let.Kol Inf. Anggit Exton Yustiawan, Ketua Pemuda Pancasila Kapuas Hulu Kusfery AC, sejumlah Kepala Dinas Badan, Kantor dan Bagian dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan sejumlah tamu undangan lainnya. <br /><br />Dalam sambutan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Dr. Andy Alfian Mallarangeng yang dibacakan oleh Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, SH mengatakan bahwa dalam memperingati Sumpah Pemuda jangan sampai hanya dilakukan karena runtinitas saja, selain itu mesti dimaknai dengan semangat sekarang tanpa mengurangi  dan kehilangan nilai-nilai dari Sumpah Pemuda itu sendiri. tidak hanya itu langkah menuju Indonesia yang mandiri, maju, dan bermartabat sangat tergantung pada karakter pemuda yang kokoh serta mengedepankan akhlak mulia diatas semangat persatuan dan kesatuan Indonesia. <br /><br />“Karakter yang kokoh ini bercirikan semangat patriotik, jiwa nasionalis, jati diri yang mengakar,wawasan luas, kecerdasan yang mencerahkan, kepedulian yang merekatkan, serta keteguhan untuk bersatu yang semuanya dinaungi oleh nilai-nilai Pancasila dalam bingkai NKRI,”jelasnya. <br /><br />Lebih lanjut, Nasir menyampaikan bahwa kedepan harus dipersiapkan para pemuda Indonesia disegala bidang, disetiap pelosok Indonesia, baik itu Nasional maupun Internasional untuk bisa bersaing dan memenagkan persaingan tanpa kehilangan akar budayannya. Dinilai maslah pokok dalam membangun jiwa kewirausahaan adalah kurangnya kesadaran akan arti penting dan urgensinya menjadi pemuda yang mandiri dan berwirausaha. <br /><br />“Kini masih banyak organisasi kepemudaan yang  lebih berorientasi pergerakan politik dan kekuasaan karena cenderung memilih cara instan untuk menjadi terkenal dan politisi andal, tetapi dari aspek ekonomi mereka masih jauh tertinggal,“cetusnya. <br /><br />Oleh karenanya, tahap awal yang harus dibangun jiwa pemuda yang mandiri dan menanamkan semangat hidup berwirausaha agar kemandirian mudah dibangun. Konsepnya pendidikan bukan sekedar mencetak generasi terampil serta memiliki kompetensi tinggi, tetapi juga harus mampu mencetak dengan jiwa kewirausahaan. Peran dan partisipasi pemuda dalam pembangunan nasional merupakan hal yang nyata, dengan berbagai potensi, bakat dan kemampuan dan keterampilan sekaligus dengan semangat dan idealisme yang kental, keterlibatan dan peran serta pemuda dalam pembangunan Nasional senantiasa memberikan warna yang khas bagi pertumbuhan dan kemajuan bangsa. <br /><br />“Kita patut bersyukur dengan kehadiran Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan ,dengan adanya Undag-undag tersebut maka pembangunan kepemudaan yang dilaksanakan melalui pelayanan akan lebih jelas, terarah dan mengalami kemajuan yang terukur, khusus pada aspek penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan potensi pemuda,”terangnya. <br /><br />Diakhir sambutan Menteri itu, disampaikan Nasir bahwa berbagai macam masalah yang dihadapi, kiranya Sumpah Pemuda dapat dijadikan motivasi dan inspirasi bagi Pemerintah dan masyarakat pada Pancasila dan UUD 1945. <br /><br />“Dengan adanya daya saing suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh kemandirian dan keunggulan SDM, hingga saat ini pemuda Indonesia masih diliputi permasalahan komplek, sebagai dari jumah penduduk Indonesia Pemuda harus dijadikan sasaran prioritas dalam upaya peningkatan kualitas SDM, sehingga menjadi generasi penerus yang maju dan mandiri,”harapnya. <strong>(phs)</strong></p>