UPPJJ Tiga Wilayah Dinilai Belum Optimal

oleh
oleh

Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan menilai Unit Pelayanan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPPJJ) di tiga wilayah yang dibentuk Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air belum optimal. <p style="text-align: justify;">"Padahal APBD sudah mengalokasikan dana sebesar Rp2 miliar," ungkap Ketua DPRD Kotabaru H Alpidri Supian Noor MAP di Kotabaru, Jumat.<br /><br />Dia menambahkan, karena tidak sedikit jalan yang ada di Kotabaru membutuhkan penanganan yang serius untuk perbaikan.<br /><br />"Lihat saja jalan mulai Tanjung Serdang sampai dengan Lontar, sungguh sangat meprihatinkan, itu merupakan tugas dari UPPJJ tersebut," imbuhnya.<br /><br />Akibatnya, masyarakat di daerah tersebut menjadi terisolir dan perputaran roda perekonomian menjadi terhambat, katanya.<br /><br />"Namun, sampai hari ini sudah enam bulan berjalan, tidak menunjukkan adanya pemeliharaan oleh tiga unit alat berat yang disediakan satu pun," ujarnya.<br /><br />Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air H Ardiannoor MT mengatakan, adanya keterlambatan pemeliharaan jalan karena proyek-proyek baru mulai berjalan.<br /><br />Selain itu, sebagian alat berat yang dimiliki sedang digunakan untuk melakukan pengembangan kawasan baru yang berada di Kotabaru.<br /><br />Namun, tambahnya, sebagian alat berat yang berumur lebih dari 15 tahu sudah menunjukkan kerusakkan.<br /><br />"Kedepannya akan kami tingkatkan agar jalan-jalan yang berada dikawasan Kotabaru berangsur-angsur membaik," harapnya.<br /><br />Untuk tahap awal sudah dilakukan pemeliharaan jalan pada jalur Kotabaru menuju Tanjung Serdang dan juga di wilayah Desa Tanjung Pelayar serta Tanjung Tengah.<br /><br />Anggota Komisi III DPRD menambahkan, seharusnya jalan-jalan yang sudah ada terlebih dahulu harus diperhatikan dan perlu dilakukan pemeliharaan atau perbaikan.<br /><br />"Sehingga jalan-jalan yang sudah ada tidak menunjukkan kerusakan yang terlalu parah," pungkasnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>