Usai Panjat Jengkol, Asmaran di Bunuh

oleh
oleh

Seorang pria bernama Asmaran (30), ditemukan tewas di kebun karet milik warga Desa Nanga Taman Kecamatan Belimbing Hulu dalam keadaan terlentang tertutup lumpur, Minggu (29/1). <p style="text-align: justify;">Mayat tersebut ditemukan seorang petani warga desa Tiong Keranji Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi, Samai (51).<br /><br />Ia datang ke Polres Melawi melaporkan  penemuan mayat yang diduga kasus pembunuhan. Waktu penemuan pada hari Mingggu 29 Januari 2017 sekitar jam 11.30 wib,TKP. <br /><br />Kapolres Melawi, AKBP Oki Waskito saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Korban diketahui pergi dari rumah sejak Jum’at (27/1) sekitar jam 08.00 wib , menuju ke kebun dan tidak pulang ke rumah sampai pada hari Minggu (29/1).  <br />Kemudian Samai bersama warga mencari korban ke hutan dan menemukan korban sudah menjadi mayat dan terkubur serta di tutupi dengan daun dan ranting pohon di kebun karet Dusun Nanga Tikan Desa Nanga Tikan milik  Bamban.  Atas penemuan tersebut Samai melaporkannya ke Polres Melawi untuk di proses lebih lanjut. <br /><br />Dengan dibantu para saksi dan pelapor maka Polres Melawi berhasil mengungkap siapa pembunuh korban. Penangkapanpun langsung dilakukan kepolsian pada pukul 01.00 WIb terhadap yang diduga pelaku pembunuhan tersebut. <br />“Pelakunya atas nama Bamban Supriadi (47) warga Desa Nanga Tikan Kecamatan Belimbing Hulu. Penangakapan dipimpin oleh Kasat Reskrim Iptu Agus Pasek Sudina, beserta 10 orang personil gabungan Polres Melawi dan Polsek Belimbing,” terang Kapolres.<br /><br />Ia mengatakan, Pembunuhan tersebut terjadi karena pelaku merasa sakit hati terhadap korban yang telah mencuri jengkol di kebun milik pelaku. “Jadi pelaku membunuh karena sakit hati. Ketika Ia menegur korban agar tidak mengambil Jengkol, Korban malah mengkatapel pelaku. Kemudian ketika korban turun, pelaku langsung menusuknya dan menyeretnya serta menguburkannya,” terangnya.<br />Saat ini pelaku telah dibawa dan diamankan ke Mapolres Melawi guna proses lanjut dan menanggung perbuatannya. “Tersangka kita kenakan Pasal 338 KUHP ancaman 15 tahun penjara dan subside 351 ayat 3 ancaman hukuman penjara 7 tahun,” pungkasnya. (KN)</p>