Minggu, (19/02/2012) Uskup Sintang Mgr.Agustinus Agus, Pr mengangkat dua orang diakon, dalam acara misa ekaristi tahbisan diakon di gereja katedral Kristus Raja. <p style="text-align: justify;">Dua diakon yang di tahbis-kan oleh Uskup Sintang tersebut adalah Fr. Samuel dan Fr. Marselus Agnesius. Misa ekaristi tahbisan dihadiri ratusan umat dan berlangsung hikmat.<br /><br />Ruang misa katedral penuh sesak, dan 3 unit tenda yang didirikan tak mampu menampung umat yang mengikuti misa, sehingga masih terlihat ada umat yang terpaksa mengikuti misa dengan berdiri.<br /><br />Dalam misa ekaristi tersebut, Mgr. Agustinus Agus didamping beberapa pastor diantaranya Pastor Yohanes Pranoto, Pr kemudian Pastor Leonardus Miau, Pr dan Pastor Herman Yosef, Pr. <br /><br />Sedangkan saat tahbisan berlangsung, Uskup didamping dua pastor yakni Pastor Leonardus Miau, Pr dan Pastor Herman Yosef, Pr.<br /><br />Diakon Samuel, yang pada 15 Mei nanti genap berusia 30 tahun adalah putera pertama dari tiga bersaudara pasangan Bernardus Uret dan Marsiana Pandan asal kecamatan Sepauk. Sementara Diakon Marselus Agnesius yang akan berusia 29 tahun pada 2 Juni nanti adalah anak pertama dari empat bersaudara pasangan Fransiskus Tayoik dan Marta Siot asal Kabupaten Sekadau.<br /><br />Dalam homilinya, Uskup Sintang Mgr.Agustinus Agus, Pr mengatakan langkah yang mengawali menuju tahbisan Imamat suci memang harus didasari oleh rahmat yang turun sendiri dari Allah <br /><br />“Melalui tahbisan maka perlu bahwa untuk menyuburkan panggilan, pengutusan dan peneguhan, para utusan Allah siap untuk menghayati hidup dan kehidupan dalam tugas pelayanan,” kata Uskup Sintang.</p> <p style="text-align: justify;"><img src="../../data/foto/imagebank/20120219051430_E697826.jpg" alt="" /> <img src="../../data/foto/imagebank/20120219051457_0015969.jpg" alt="" /><br /><br />Bapak Uskup juga berpesan kepada para tertahbis untuk selalu ingat bahwa para diakon diharapkan dapat menghasilkan buah, meresapi sabda dan menerapkannya dalam hidup keseharian dalam situasi langsung yang sedang akan di hadapi. <br /><br />“Maka jadikanlah diri anda sebagai pelayan Sabda yang baik selama masa Diakonatus ini ke depan,” pesannya.<br /><br />Diakon Samuel usai acara misa ekaristi menyatakan keharuannya saat ditahbis-kan. Menurutnya panggilan Tuhan adalah suatu misteri dan bahwa setelah menjadi diakon ini dirinya masih membutuhkan dukungan doa umat.<br /><br />“Karena kita juga terkadang lemah, maka tanpa dukungan dari Allah dan doa-doa para umat sekalian saya tidak akan mempu melaksanakan tugas suci ini. Maka perjuangan ini akan saya laksanakan dengan setia untuk mempertanggungjawabkan panggilan ini selamanya,” ungkapnya. <br /><br />Sementara itu, Diakon Marselus Agnesius mengungkapkan penggilan untuk menjadi seorang iman bukanklah sebuah permainan. Dirinya menegaskan akan melaksanakan jalan panggilan ini dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan kemampuannya.<br /><br />“Setiap kehidupan jika dijalani dengan setia dan sungguh, maka hasilnyapun akan sungguh-sungguh,” tandasnya.<br /><br />Kedua diakon yang ditahbiskan ini, memegang motto panggilannya sebagai diakon, yakni “Kesanggupan Kami Adalah Pekerjaan Allah” yang diambil dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (2 Kor 3:5).<br /><br />Usai acara misa ekaristi tahbisan, umat-pun langsung diundang untuk beramah tamah dengan Uskup dan para diakon yang berlangsung di Gedung Balai Kenyalang. <strong>(*)</strong></p>















