Usulan Diluar Musrenbang Tak Akan Direspon

oleh

Pmerintah Kabupaten Melawi, (Pemkab) Melawi melakukan Musawarah rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten. <p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Melawi, Panji, S. Sos itu, dihadiri para Camat se kabupaten Melawi, Ketua DPRD Melawi dan Wakilnya, Musrenbang itu juga dihadiri pihak Pemerintah Provinsi yang diwakili Sekretaris Kesbangpol, Hatta.<br /><br />Pada kesempatan itu, Panji mengatakan, usulan-usulan yang dilaksanakan diluar mekanisme Musrenbang akan ditolak. Baik itu yang disampaikan secara langsung kepada bupati maupun unsur pimpinan yang ada di Kabupaten Melawi.<br /><br />“Kecuali yang sifatnya mendesak untuk segera ditangani, seperti akibat bencana alam dan faktor-faktor lain di luar kemampuan kita, akan kita berikan prioritas, jika tidak maka tak dilayani,” kata Panji saat membuka musrenbang tingkat Kabupaten di aula pendopo bupati Kamis (26/3).<br /><br />Panji menegaskan, tujuan utama penyelenggaraan musrenbang tingkat kabupaten adalah, dalam rangka menyusun dan menetapkan rencana pembangunan yang kongkritnya, adalah menghimpun dan membahas usulan-usulan yang telah disepakati pada Musrenbang tingkat desa dan kecamatan.<br /><br />“Selanjutnya adalah merancang kesepakatan dan menetapkan pokok-pokok prioritas program yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat kabupaten Melawi dalam jangka waktu setahun kedepan,” tandasnya.<br /><br />Selain itu, lanjut Panji, agar usulan perencanaan pembangunan lebih terarah dan terakomodir, maka kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang hendaknya dihimpun melalui mekanisme musrenbang seperti ini, yang dimulai dari tingkat desa, kecamatan sampai Kabupaten.<br /><br />Namun demikian, lanjut Panji, pada intinya pembangunan akan bisa berjalan dengan baik, bila APBD yang disahkan baik, jika APBD nya sudah amburadul maka akan mustahil akan bisa mencapai pembangunan yang maksimal.<br /><br />“Perencanaan yang baik dan benar harus berangkat dari penyusunan APBD sebelumnya, agar perencanaan pembangunan di Melawi anggarannya harus stabil, supaya anggarannya tidak sampai tumpang tindih, makanya harus terencana, tersusun  dan terukur, kalau anggarannya amburadul kinerja pemerintah juga akan amburadul,” tegasnya.<br /><br />Sementara itu sekretaris kesbangpolinmas Provinsi Kalbar, Hatta mengatakan, dalam musrenbang hendaknya harus ada antisipasi prabencana dan pasca bencana, hal ini menjadi penting karena belakangan ini Kalbar sering dilanda bencana.<br /><br />“Soal keamanan dan ketentraman di masyarakat juga harus mendapat perhatian, karena hal ini juga akan berdampak pada pembangunan Kabupaten Melawi, setelah itu hasil musrenbang ini juga harus dirumuskan pada pencapaian target dan pertimbangan ekosistem,” katanya.<br /><br />Kepala Bapeda Melawi, Jaya mengatakan, musrenbang kali ini mengangkat teman mewujudkan ketahanan pangan dan pengembangan kreativitas daerah untuk meningkatkan daya saing Kabupaten Melawi.<br /><br />Dia mengatakan, musrenbang merupakan konsultasi program yang menjadi kebutuhan masyarakat, membahas apa yang telah menjadi kesepakatan musrenbang tingkat kecamatan dan di tingkat desa.<br />“Kemudian hasil musrenbang ini akan direkomendasikan ke tingkat Provinsi dan pusat untuk mendapat pertimbangan selanjutnya,” tandasnya. <br /><br />Usi pembukaan kegiatan Musrenbang tersebut, Wakil ketua DPRD Melawi, Drs. Kluisen yang ditemui awak media berharap, dalam musrenbang kali ini hendaknya pemkab Melawi, harus menyusun sesuai dengan aturan yang ada, sehingga Kabupaten Melawi ini bisa maju seperti yang diharapkan.<br /><br />“Mulai dari perencanaan dan sebagainya harus baik, sehingga ada singkronisasi dengan pemerintah pusat, kalau tidak singkron akhirnya ada pembangunan tanpa ada perencanaan sebelumnya, ini yang kita tidak mau, maka kita harapkan perencanaan itu betul-betul dilaksanakan,” tandasnya.<br /><br />Perencanaan juga harus sesuai dengan skala priorotas, sesuai dengan visi misi pemerintah, yakni membuat Melawi lancar, Melawi terang, Melawi sehat, dan Melawi pintar. Dalam artian programnya harus menyentuh pada beberapa item yang dimaksud.<br /><br />“Seperti Melawi lancar inikan masuk dalam pembangunan insfrastruktur, Melawi terang ya berkaitan dengan penerangan listrik dan lain sebagainya, termasuk masalah pendidikan dan kesehatan harus masuk dalam skala prioritas,” katanya.<br /><br />Kluisen mengatakan, memang kadangkala usulan yang disampaikan masyarakat belum bisa terakomodir semua, karena terbentur dengan anggaran yang ada, apalagi kadangkala usulan yang disampaikan juga banyak.<br /><br />“Kedepan kita jangan sampai seperti itu lagi, apa yang direncanakan kalau bisa direalisasikan, namun karena banyaknya usulan harus ada skala prioritas,” katanya. <br /><br />Sementara disisi lain, Camat Tanah Pinoh Barat, H. Ibrahim mengatakan, dalam pelaksanaan Musrenbang yang dilakukan di tingkat kecamatan, ada beberapa pembangunan yang dianggap sangat penting.<br /><br />Pemerintah-pemerintah desa yang ada mengusulkan agar dilakukan pembangunan transportasi ke Kecamatan Tanah Pinoh Barat hingga k e desa-desa, sebab jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat.<br /><br />Selain itu juga perluasan jaringan listrik ke seluruh kecamatan yang ada di Tanah Pinoh Barat juga menjadi usulan prioritas kami. Begitupun dengan pembangunan tower jaringan telekomuniksi untuk memperlancar komunikasi dan koordinasi.<br /><br />“Maka dari itu, dalam Musrenbang ini, yang paling prioritas bagi kami, mengusulkan pembangunan jalan menuju ke Tanah Pinoh Barat. Selain itu juga mengusulkan perluasan jaringan listrik ke Tanah Pinoh Barat, karena sudah bertahun-tahun di kecamatan kami belum merasakan penerangan listrik, yang juga sebagai penunjang kerja pemerintahan baik kecamatan maupun desa. Kami juga mengusulkan adanya pembangunan jaringan telekomunikasi seperti pembangunan tower jaringan seluler,” katanya. (Ira/Kn)</p>