Video Mesum Oknum Pelajar Hebohkan Warga Putussibau

oleh

Video mesum oknum pelajar yang ada di Kota Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu, menjadi buah bibir masyarakat. Pasalnya video mesum oknum pelajar yang berdurasi 4 menit 39 detik, tersebut saat ini beredar kemana-mana terutama dikalangan warga Kota Putussibau dan sekitarnya. Diduga pria dalam video porno tersebut Mw (17) seorang siswa kelas III SMAN 1 Putussibau. Sedangkan Pt (13) yang diduga wanita dalam video tersebut seorang siswi kelas II SMPN 1 Putussibau. <p style="text-align: justify;">Video yang dibuat menggunakan  kamera handphone merk Nokia tipe N73 ini, merakam pelajar berlainan jenis ini melakukan hubungan layaknya suami istri yang semestinya belum boleh mereka lakukan, bahkan kedua pelajar tersebut tampak tanpa sehelai benang sedikit pun, wajah manis wanita (Pt) yang ada dalam video itu  tampak jelas dalam video tersebut . Sedangkan wajah sang lelaki (mw) hanya sesekali kelihatan.<br /><br />Video yang direkam sendiri oleh (Mw) di kamar rumah kediamanya , sangat jelas mempertontonkan hubungan seks diantara keduanya. Hingga kini video tersebut telah menjadi buah bibir warga Putussibau. Bahkan menurut informasi yang diperoleh media, akibat video tersebut kedua pelajar ini telah dikeluarkan dari sekolah mereka masing-masing.<br /><br />Ketika Wartawan berbagai Media  berusaha menelusuri informasi yang berhasil diperoleh tersebut dan konfirmasi kepada Drs. Sukriyadi Kepala Sekolah Menengah Pertama (SLTP) Negeri Putussibau, Usai upacar Peringatan Sumpah Pemuda,Jum’at (28/10). Kepala SMPN I Putussibau tersebut enggan berkomentar, bahkan menurut pengakuannya selaku Kepala Sekolah dirinya tidak mengetahui dengan kejadian tersebut. Ironisnya sang Kepala Sekolah juga tidak memberikan klarifikasi terkait informasi bahwa wanita (Pt) yang ada dalam video mesum tersebut diduga siswi SMPN I Putussibau. <br /><br />“ Saya tidak mau memberikan keterangan tentang itu, karena Saya tidak tahu dengan kejadian tersebut, dan apakah itu siswi SMP I, Saya juga tidak tahu,” elaknya.<br /><br />Ketika ditanya Apakah memang benar perempuan yang diduga siswi (Pt) tersebut telah dikeluarkan dari SMPN I Putussibau, Kepala SMPN I Putussibau tersebutpun kembali tidak mengakuinya. <br /><br />"Saya tidak tahu apakah ada yang dikeluarkan, tetapi setahu Saya tidak ada,"singkatnya dan meninggalkan wartawan.<br /><br />ditempat berbeda ketika ditemui Wartawan, Djasanuddin SPd MSi, selaku Kepala SMA 1 Putussibau mengakui bahwa  pria (Mw) yang berada divideo mesum tersebut dulunya merupakan siswanya. Namun kini siswa tersebut tidak lagi berstatus pelajar SMA 1 Putussibau. <br /><br />"Dia memang pernah bersekolah di SMAN I Putussibau ini, namun sebelum kasus video ini masuk ke ranah kepolisian, dia (siswa) sudah tidak lagi bersekolah di sini (SMA 1 Putussibau, red)," terangnya.<br /><br />dijelaskan Djasanuddin bahwa setelah mendapatkan informasi mengenai video mesum, pihak sekolah telah meminta keterangan siswa yang  bersangkutan. Namun pihak sekolah membantah mengeluarkan siswa itu dari SMA 1 Putussibau. Sebab orang tua siswa sendirilah yang meminta anaknya keluar. <br /><br />"Ini juga karena ada permintaan orang tua siswa. Pengunduran diri tersebut lantaran siswa itu mau ikut keluarganya, tapi saya tidak tahu kemana. Siswa tersebut resmi tidak menjadi pelajar kita lagi semenjak awal bulan ini (Oktober, red),"ugkapnya.<br /><br />Sementara itu, AKBP Dhani Kristianto SIK, Kapolres Kapuas Hulu, melalui IPTU Widiyanto, Kapolsek Putussibau Utara,Jum’at (28/10) sekitar pukul 14.30 wib diruang kerjanya membenarkan kasus video porno ini sedang ditangani pihaknya. Bahkan kedua aktor dalam adegan porno tersebut telah diperiksa dan mengakuinya. "Jadi memang benar kasus video meseum tersebut sudah Kita tangani,dan itupun berdasarkan laporan orang tua perempuan pada Minggu (23/10) yang lalu, Selain telah meminta keterangan keduanya, kita juga sudah memeriksa saksi-saksi sebanyak enam orang, yang semuanya merupakan pelajar," jelasnya.<br /><br />lebih lanjut Kapolsek, menjelaskan bahwa  video tersebut direkam pada bulan Maret yang lalu di kediaman dan HP Nokia N73 milik pria. teman lelaki tersebut beralasan merekam adegan mereka hanya untuk koleksi pribadi. Namun ternyata memory card HP tersebut hilang. Awal bulan Oktober, memory card tersebut akhirnya ditemukan seorang cewek berinisial Sr  yang tidak lain keluarga sang pria. Oleh Sa, memory card tersebut dipindahkan ke ponselnya. <br /><br />"Sa ini keluarga sang cowok. Kebetulan juga Sa ini menumpang tinggal dirumah orang tua cowok tersebut," cetusnya.<br /><br />Akhirnya dari mulut ke mulut menyebar berita mesum kedua pelajar tersebut. Penyebaran ini juga diikuti dengan banyaknya pelajar yang mengunduh video itu, bahkan hingga ke masyarakat umum. <br /><br />"Ketika disekolah, HP Sa tertinggal di meja kelas. Karena teman-teman sekolahnya ingin memastikan, akhirnya satu persatu siswa meminta video itu dengan cara di bluetooth," ungkapnya.<br /><br />Hingga kini, menurut Kapolsek, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Polisi pun telah berupaya menekan beredar luasnya video tersebut, salah satu langkah yang sudah ditempuh kata Kapolsek yaitu dengan cara menggelar razia HP pelajar ke Sekolah-sekolah.  <br /><br />"Kamis (27/10) kemarin kita juga melakukan razia HP siswa disekolah-sekolah, ini untuk meminimalisir beredarnya video porno di HP pelajar. Tidak hanya porno, sasaran kita juga video-video aksi kekerasan, jika Kita dapati ada video porno dan video kekerasan Kita menghapusnya, dan saat razia ada tiga orang kedapat menyimpan video kekerasan, pelajar tersebut Kita panggil berikan pengertian dan kemudian video tersebut Kita hapus, agar adegan-adegan yang tidak terpuji tersebut tidak ditiru dan diperagakan oleh anak-anak seperti mereka,” ujarnya.<strong>(phs)</strong></p>