Volume Sampah Meningkat Saat Lebaran

oleh

Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Kota Palangka Raya, Manuel Notanubun menyatakan terjadinya peningkatan volume sampah sebanyak 700 meter kubik saat lebaran. <p style="text-align: justify;">"Kalau hari biasa volume sampah hanya 500 meter kubik dan produksi yang terbanyak dari pemukiman rumah tangga yang berlebaran selain itu juga koran dan plastik yang dijadikan alas saat shalat Ied dan sampah pasar," kata Manuel di Palangka Raya, Kamis malam.<br /><br />Dijelaskannya jumlah angkutan sampah yang dimiliki sebanyak 15 unit, empat unit di antaranya sudah tidak layak pakai karena sudah berusia di atas 12 tahun yakni tiga dum truk dan satu ambrol truk.<br /><br />Meski pun demikian, pihaknya selalu berusaha memberikan pelayanan seoptimal mungkin sehingga minimal pada H+3 Lebaran, volume sampah sudah hampir kembali normal seperti hari biasa.<br /><br />"Satu kali angkutan sampah, satu unitnya dapat membawa enam meter kubik setiap sekali jalan, tetapi saat lebaran menjadi enam hingga delapan meter kubik, dengan tiga hingga empat kali angkut, sehingga jam kerja petugas lapangan juga menjadi lebih panjang," tuturnya.<br /><br />Untuk petugas yang diturunkan ketika lebaran dinamakan insindentil yang bekerja dari H-3 sampai H+3, dengan sebanyak 20 pasukan kuning.<br /><br />Diungkapkannya, tahun ini pihaknya melakukan pengadaan angkutan sampah sebanyak 10 unit dan penambahan pasukan kuning sekitar 30-40 orang.<br /><br />Petugas yang ada saat ini berjumlah 246 orang, terbagi dalam angkutan dan TPA 108 orang, kebersihan 126 orang yang terdiri dari 90 petugas penyapuan dan tujuh petugas air limbah serta lima orang tenaga pemeliharaan dan perawatan peralatan.<br /><br />Ia juga mengakui, saat ini pengelolaan sampah masih menggunakan metode open dumping, namun pihaknya selalu berupaya melakukan perbaikan dengan metode sanitary landfill (TPA sanitas).<br /><br />Ditegaskannya, seharusnya sistem pembuangan sampah di TPA tidak menggunakan sistem angkut buang, akan tetapi mesti ditutup dengan tanah dan dimanfaatkan sebagai kompos.<br /><br />Jumlah sampah organik maupun non-organik rata-rata setiap hari 500 meter kubik dan hanya 70 persen yang dapat diangkut ke pembuangan akhir selebihnya tetap menumpuk dan sebagian lagi dikelola masyarakat.<br /><br />Ditambahkannya, sejauh ini belum ada keterlibatan pihak swasta dalam mengolah sampah di TPA, jika pun ada yang berminat masih menggantungkan fasilitas dari Pemerintah Kota Palangka Raya.<strong> (das/ant)</strong></p>