Wabup, Agrowisata di Sintang Menjanjikan

oleh

SINTANG, KN – Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto mengapresiasi kepada pengiat Agrowisata di Kabupaten Sintang. dengan adanya Agrowisata di Sintang secara otomatis dapat mewujudkan sinergitas pariwisata dengan pertanian yang dapat menghasilkan pertumbuhan sosial, ekonomi dan organisasi masyarakat.

“Menggunakan lahan pertanian atau fasilitas perkebunan yang menjadi daya tarik wisatawan itu sangat menjanjikan apalagi bila agrowisata dikelola secara profesional, dapat memberikan beberapa manfaat seperti, Konservasi lingkungan, Meningkatkan nilai estetika dan keindahan alam, Memberikan nilai rekreasi serta Meningkatkan kegiatan ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan” ucap Sudiyanto.

Pengembangan dan pengelolaan agrowisata harus menyatu dengan lingkungan alamnya, memperhatikan kelestarian lingkungan dan pengembangan tidak merugikan lingkungan. Nilai-nilai konservasi yang ditekankan pada keseimbangan ekosistem dan daya dukung lingkungan dapat memberikan dorongan bagi setiap orang, untuk senantiasa memperhitungkan masa depan dan pembangunan berkelanjutan.

“Agrowisata dapat mendorong promosi suatu negara lewat komoditi pertanian, seperti Thailand yang memiliki hasil pertanian hortikultura, durian montong, jambu, paprika, ketimun, jeruk dan lain-lain. Negara tersebut membuktikan bahwa produk wisata tidak selalu berbentuk wisata alam, tetapi inovasi terhadap hasil pertanian dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan” jelasnya.

Lanjut Sudiyanto, lingkungan alam yang indah, menimbulkan nilai estetikan yang dapat diperoleh dari flora, fauna, warna dan arsitektur bangunan yang tersusun dalam satu tata ruang yang serasi dengan alam. Setiap pengembangan agrowisata memiliki nilai keserasian dan manfaat, hal ini menjadi satu pertimbangan. Bangunan dengan desain alami dapat menyatu dengan alam akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain itu sebagai tempat rekreasi, pengelola agrowisata dapat mengembangkan fasilitas lainnya untuk menunjang kebutuhan wisatawan. “Perpaduan kegiatan rekreasi dengan pemanfaatan hasil pertanian, dapat dikembangkan menjadi nilai ekonomis seperti menjual hasil pertanian, pengunjung bisa memetik buah sendiri kemudian ditimbang dan diberi harga untuk dibawa pulang. Selanjutnya cara memetik buah atau yang lainnya memiliki nilai rekreatif yang tinggi sekaligus memiliki nilai edukasi bagi wisatawan” pungkasnya.(*)