Wabup Askiman Ingatkan Pedagang Tidak Timbun Sembako

oleh
Askiman, Wakil Bupati Sintang

SINTANG, KN – Wakil Bupati Sintang, Askiman mengingatkan kepada pedangan bahan pokok (sembako) untuk tidak menimbun barang selama masa kejadan luar biasa (KLB) virus corona di daerah.

Hingga saat ini Wabup Askiman menilai ketersediaan sembako di daerah cukup untuk beberapa bulan ke depan.

“Saya ingatkan kepada para pedagang, agen, sub agen dan para pengecer untuk tidak menimbun bahan pokok. Jika ketahuan ada laporan masyarakat, kami akan tindak tegas dengan melibatkan Polri. Kita akan cabut izin-izinnya,” tegas Wabup Askiman, Kamis (2/4/2020).

Selain terancam pencabutan izin usaha, para pedagang yang nakal akan dituntut dengan hukum pidana. Terlebih saat ini masyarakat sedang kesulitan menghadapi ancaman wabah virus corona.

Ancaman ini juga berlaku kepada pedagang bahan bangunan. Ia berharap dengan adanya efek kenaikan harga dolar tidak diimbangi dengan permainan harga di pasaran. Terlebih jika ada pedagang yang sengaja menimbun semen, besi dan produk bahan bangunan lainnya.

“Ini instruksi bapak presiden, kami akan bertindak tegas,” imbuhnya.

Selain itu, Wabup Askiman juga mengistruksikan kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 dengan melakukan social distancing dan physical distancing bagi yang merasakan batuk atau flu. Karena dengan cara seperti itu bisa memutus rantai perkembangan Covid-19.

“Ayo, kita terapkan PHBS dengan cuci tangan, dan lakukan social distancing dasn physical distancing bila merasa batuk dan flu,” pesannya.

Selain itu, Wabup Askiman mengaku optimis, jika masyarakat bisa membuka mindset dan tetap menerapkan imbauan pemerintah, pandemi ini akan bisa dilewati.

“Pandemi covid-19 adalah Pandemi yang melanda dunia, bukan hanya kita saja di Indonesia, tapi di seluruh belahan dunia merasakan dampaknya. Ayo bersama-sama kita saling menguatkan, saling rangkul satu sama lain memerangi wabah ini. Kami pemerintah tidak akan bisa berbuat maksimal tanpa dukungan masyarakat dan elemen lainnya,” harapnya. (*)