Wabup Buka Bedah Buku PCNU, “Agama NU Untuk NKRI”

oleh

Sabtu (28/2/2015) bertempat di aula kantor Kementerian Agama (Kemenag) Melawi, menyelenggarakan kegiatan bedah buku dilaksanakan. <p style="text-align: justify;">Kegiatan itu dalam rangka memperingati Harlah IPNU-IPPNU, Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Melawi.<br /><br />Kegiatan yang dibuka langsung Panji, S.Sos, selaku Wakil Bupati Melawi, bertujuan untuk menambah wawasan agama dan keilmuan umat Islam khususnya warga NU Melawi. Kali ini, buku yang dibedah berjudul “Agama NU Untuk NKRI”, karangan Akhmad Baso, setebal 325 halaman.  Sang penulis, Akhmad Baso, hadir langsung sebagai nara sumber.<br /><br />Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pengurus PCNU Melawi dan ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat dilingkungan Pemerintah Kabuparten (Pemkab) Melawi termasuk dari kalangan non Islam. <br /><br />Selain menambah wawasan dan keilmuan, bedah buku tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan rasa nasionalisme warga NU terhadap NKRI. Sebab, menurut Aan Subakir, selaku Ketua PCNU Melawi, dalam sambutannya menyampaikan, berdirinya NKRI tak bisa dilepaskan dari peran para ulama-ulama NU yang saat itu gigih berjuang demi merebut kemerdekaan.  <br /> <br />Subakir menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan bedah buku diselenggarakan. Pasalnya, melalui kegiatan seperti ini dapat mencetak warga NU lebih cerdas dan lebih berpengetahuan luas. Lebih lanjut Subakir mengatakan, dengan adanya bedah buku “Agama NU Untuk NKRI” dapat meningkatkan jiwa nasionalisme warga NU. Sehingga, warga NU dapat mengawal NKRI yang lebih baik.<br /><br />Ditempat yang sama Wakil Bupati (Wabup) Melawi, Panji, pada sambutannya mengungkapkan, peradaban manusia jangan sampai bergeser mengarah pada perubahan perilaku generasi muda. Panji berharap, warga NU khususnya di Melawi dapat menjaga nilai-nilai tradisi atau budaya lokal yang tidak bertentangan dengan agama.<br /><br />Panji meminta kepada generasi muda NU, jangan sampai goyah meskipun perkembangan zaman terus berubah. Ditegaskan Panji, perubahan perilaku harus disikapi, bukan dihindari. Menurutnya, generasi muda NU merupakan sosok pemuda yang ikhlas dan penuh perjuangan serta rela berkorban untuk bangsa dan negara.<br /><br />Panji pun berharap dengan kegiatan bedah buku tersebut bisa mengambil manfaat karena bermakna penting dan memantapkan diri sebagai kader yang berkualitas. Dalam artian, bisa membangun daerahnya, menjadi pengawal ulama dan turut serta menjaga keutuhan NKRI. “Generasi muda adalah pemimpin masa depan bangsa,” tegas Panji. <br /><br />Dikatakan Panji, dalam hidup berdemokrasi saat ini khususnya di wilayah Melawi sangat indah yang berhasil saling melindungi menghimpun berbagai suku, agama, maupun golongan. Konsep ini diungkapkan Panji sangat mungkin diterapkan pada Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, sehingga terdapat kesatuan-kesatuan yang kokoh.<br /><br />“Dengan demikian, akan muncul konsep antar suku, antar umat beragama maupun antar golongan, yang terangkai dalam kesatuan bangsa. Hal ini akan menjadi gambaran yang sangat indah di bumi nusantara ini,” jelasnya. (Ira/Kn)</p>