Wabup Buka Lokakarya Pemimpin Umat Dan Guru Katolik Se Ketungau Tengah

oleh
oleh

Pembinaan umat beragama dan menumbuhkan iman yang tangguh sejak anak-anak yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang memerlukan peran serta banyak mitra pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satu mitra pemerintah dalam yang dianggap mampu dan menyentuh langsung masyarakat adalah pemimpin umat dan guru yang memang sehari-hari berada di tengah masyarakat. Demikian diungkapkan oleh Wakil Bupati Sintang Drs. Ignasius Juan, MM saat membuka Lokakarya Pemimpin Umat dan guru yang beragama Katolik se Kecamatan Ketungau Tengah di Gereja Paroki Maria Imaculata Nanga Merakai pada Kamis, 22 Maret 2012. “saya minta pemimpin umat dan guru memainkan peranannya dengan baik di tengah masyarakat dalam membangun dan membentengi umat kita dari pengaruh negatif perkembangan teknologi. Namun, dalam menjalankan peranannya tersebut, hendaknya tetap mengacu pada arah dasar Keuskupan Sintang yang baru saja diubah” pinta Wabup. Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyampaikan informasi bahwa infrastruktur di kawasan perbatasan akan terus dibangun oleh pemerintah. “dalam membangun kawasan perbatasan ini, KADIN juga menggandeng para investor” jelas Wabup. Anggota DPR RI Lasarus menjelaskan bahwa pemerintah pusat pada tahun 2012 ini sudah menganggarkan dana senilai 60 milyar untuk membangun jalan dari Balai Karangan Kabupaten Sanggau menuju Pintas Keladan, Nanga Merakai, Senangan, Jelemuk sampai ke Badau Kabupaten Kapuas Hulu. “saya pribadi sangat mendukung kegiatan seperti ini sebagai ajang bertemu dan mengevaluasi peranan gereja Katolik saat ini dalam kehidupan bermasyarakat. Pemimpin umat bertanggungjawab terhadap perkembangan umatnya dan guru terhadap anak didiknya” jelas Lasarus. Vikaris Jenderal Keuskupan Sintang Pastor Leonardus Miau, Pr menjelaskan lokakarya dilaksanakan untuk mensosialiasikan arah dasar Keuskupan Sintang setelah disepakati diubah dalam puncak perayan 50 tahun Keuskupan Sintang beberapa waktu lalu. “untuk itulah kami mempertemukan guru-guru yang beragama Katolik dan pemimpin umat di kecamatan Ketungau Tengah ini supaya dalam berkarya membangun umat selalu berpedoman pada arah dasar tersebut sehingga lebih terarah dan peranannya lebih baik lagi” jelas Romo Miau. Aleksius Ketua Dewan Pengurus Paroki Nanga Merakai menjelaskan bahwa di Paroki Maria Immaculata memiliki 58 stasi. “setiap stasi kami undang dua orang. Selain itu juga guru se kecamatan Ketungau Tengah yang beragama Katolik juga kami undang agar mereka tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga bisa berperan membantu gereja dalam membangun umat” jelas Aleksius. “peserta lokakarya sekitar 400 orang yang akan berlangsung selama tiga hari. Kegiatan akan selesai pada minggu siang. Selama tiga tersebut, seluruh peserta akan akan mendapatkan materi dari Komisi Kateketik Keuskupan Sintang Romo Anyo, Pr, Vikjen Keuskupan Sintang Romo Leonardus Miau, Pr, dan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang” jelas Ketua Panitia Silvester Stanislaus.