Wabup Buka Temu Akbar WKRI Ketungau Tengah

Peranan kaum wanita yang tinggal di pedalaman memang tak lekang oleh jaman, bahkan pada masayarakat yang modern sekarang, peranannya semakin penting tetapi mengalami pergeseran karena harus menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan teknologi. Demikian disampaikan oleh Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan saat membuka kegiatan temu akbar Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Paroki Maria Imaculata Nanga Merakai Kecamatan Ketungau Tengah pada Jumat, 22 Juli 2011. <p style="text-align: justify;">“dulu kaum wanita bersama suami,  sama-sama bekerja keras membanting tulang bekerja diladang, menoreh dan membesarkan anak-anak mereka. Nah, dijaman yang modern sekarang dan ke depan lagi, peranan kaum wanita di pedalaman pun tetap sama, bahkan peranannya ditambah lagi dengan harus menjaga dan mendidik anak mereka dengan cara yang berbeda dengan jaman dulu. Untuk itu, memang kaum wanita yang tinggal di pedalaman harus terus dibangun sumber daya manusianya, dibuka cara berpikirnya dan ditambahkan ilmu pengetahuan mereka untuk bekal mereka mendidik anak, dan menjalankan kehidupan berumah tangga” jelas Wabup.  </p> <p style="text-align: justify;">“saya berharap kaum wanita di pedalaman menjadi wanita yang perkasa, pandai membawa diri, mempunyai iman yang baik dan terus setia membantu suami. Bagi saya kaum wanita sudah terbukti membantu kehidupan sebuah keluarga di pedalaman. Pemerintah sendiri berusaha membantu kaum wanita dengan berbagai aturan seperti kesamaan gender dan sanksi bila terjadi kekerasan dalam rumah tangga dan sebagainya. Kalau ada anak perempuan, jangan disuruh cepat nikah, perkuat iman mereka,  bentuk dan tanamkan moral dan nilai yang baik” tambah wabup.</p> <p style="text-align: justify;">Vikjen Keuskupan Sintang Pastor Edwaldus, Pr menjelaskan kegiatan temu akbar juga dirangkaikan dengan ucapan syukur kita akan bertambahnya imam baru di paroki ini yakni pastor Fransiskus Leo, Pr yang akan membantu pastor Paschasius Triyono, Pr dalam membina  umat di Ketungau Tengah. “saya berharap kaum wanita yang memang berasal berbagai kampung yang bisa mengikuti kegiatan ini bisa mengambil hikmah dan maknanya bagi pengembangan diri, keluarga dan gereja” pinta Pastor Edwaldus, Pr.</p> <p style="text-align: justify;">Ketua WKRI Ranting Ketungau Tengah Ibu Saferia Christianus mengajak seluruh anggota WKRI yang ada di 53 stasi yang ada di paroki Maria Imaculata Nanga Merakai untuk bersama-sama mengembangkan diri dan menjaga silaturahmi dengan baik demi menghidupkan, memajukan dan mengembangkan organisasi WKRI.</p> <p style="text-align: justify;">Ketua panitia Abun Doni menuturkan bahwa kegiatan temu akbar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam merayakan 50 tahun berkaryanya Keuskupan Sintang, 30 tahun masuknya injil di Ketungau Tengah ini, dan misa perdana pastor baru di Nanga Merakai ini. “kegiatan ini akan kita isi dengan misa, seminar dan pelantikan pengurus WKRI Ranting Ketungau Tengah” jelas Abun Doni.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaan seminar satu hari tersebut kaum wanita yang berasal dari berbagai kampung dan stasi tersebut mendapatkan motivasi dari 4 narasumber yakni Maria Goreti anggota DPD RI, Ny. Katarina sebagai Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sintang, Suster Sofie, dan Kristina Kiki yang merupakan ketua WKRI Cabang Sintang. </p> <p style="text-align: justify;"> </p>