Wabup Minta Tradisi Gawai Tetap Harus Dilestarikan

oleh

Di jaman yang semakin modern dan diikuti dengan perubahan sosial masyarakatnya, membuat upaya untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah dan adat istiadat dirasakan sangat penting. <p style="text-align: justify;">Harapannya, ada upaya yang seimbang antara melestarikan seni budaya dengan semakin modernnya suatu masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Sintang Askiman saat membuka Gawai Dayak di Desa Tanjung Sari Kecamatan Ketungau Tengah pada Jumat 3 Juni 2016. <br /><br />“saya mengharapkan agar rangkaian acara gawai dengan upacara adatnya hanya untuk mengingatkan kita akan sejarah seni budaya kita jaman dahulu, namun jangan dianggap sebagai kepercayaan kita. Kepercayaan kita tetap kepada Tuhan. Konsep gawai jangan sampai berubah dari bentuk ungkapan syukur kita kepada Tuhan menjadi pesta pora. Dulunya gawai dengan musik gong, sekarang diganti dengan musik dangdut. Gawai yang seharusnya untuk melestarikan seni budaya lokal, bergeser maknanya. Saya berharap, gawai-gawai yang dilaksanakan bisa mengajari anak-anak mukul gong dan menari ngajan” harap Askiman. <br /><br />Wakil Bupati Sintang juga menjelaskan bahwa di kawasan perbatasan akan ada transmigrasi lokal yang akan mulai dilaksanakan pada Juli 2016 ini dan akan mulai dibuka di Desa Lubuk Pantak, Idai dan Nanga Bayan Kecamatan Ketungau Hulu. <br /><br />“saya mau menegaskan bahwa program transmigrasi lokal ini tidak membawa masyarakat luar  ke Sintang, dan yang menjadi peserta transmigrasi lokal ini adalah masyarakat setempat yang sudah membentuk keluarga baru. Akan ada lahan seluas 600 hektar untuk sementara hanya 50 kepala keluarga. Disana akan dibangun rumah,  fasilitas umum dan program pengembangan ekonomi masyarakat” tegas Askiman. <br /><br />Ajan Ketua panitia gawai: menjelaskan bahwa gawai yang dilaksanakan pihaknya merupakan gawai puja yang berarti ngilik ke lanting yang disebabkan oleh berladang yang gagal atau buah nai nyadi. <br /><br />“Sehingga perlu didoakan dan mengusir hama dengan cara adat. Kami juga ingin berdialog dan tatap muka dengan Wakil Bupati Sintang. Pada waktu kampanye kemarin, bapak sudah berjanji akan menggelar syukuran jika terpilih. Terima kasih sudah memenuhi salah satu janji bapak kepada kami” terang Ajan.<br /><br />Melkianus Anggota DPRD Kabupaten Sintang acara syukuran ini merupakan salah satu bentuk pemenuhan janji Bupati dan Wakil Bupati Sintang kepada masyarakat. Dan tentu mereka akan terus berjuang bagi pembangunan di kawasan perbatasan.<br />    <br />Pada saat dialog dengan Wakil Bupati Sintang, Ida Rajagukguk Kepala SMPN 9  Ketungau Tengah mengharapkan agar ada pembangunan perpustakaan, laboratorium dan perumahan guru.<br />    <br />Juanda Sitepu gembala GPSK Kapernaum mengharapkan agar Pemkab Sintang bisa membantu memberdayakan ekonomi masyarakat karena perekonomian masyarakat saat ini sangat terpuruk yang berakibat pada situasi gereja. <br />    <br />Wakil Bupati Sintang Askiman mengharapkan agar pihak sekolah mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan supaya bisa dimasukan pada tahun 2017. <br /><br />“saya bersama Pak  Jarot akan membentuk organisasi pemberdayaan yang dinamakan Organisasi Penggerak Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (P2 Emas) yang akan dibentuk sampai ke desa. Desa Tanjung Sari silakan berdiskusi akan mengembangkan apa di desa ini yang memiliki potensi dan bernilai ekonomi, baru kami bantu berdayakan dan dana” terang Askiman.(Hms)</p>