Wabup : Pemuda Harus Menangkap Peluang Isi Pembangunan

oleh

Wakil Bupati Kubu Raya, Andreas Muhrotien mengatakan, para pemuda harus mampu membaca peluang dalam rangka mengisi kemerdekaan, karena peluang tersebut terbentang luas di berbagai sektor kehidupan dan harus dimanfaatkan dengan baik. <p style="text-align: justify;">"Untuk itu pemuda harus lebih cermat dan pandai dalam melihat peluang yang ada, jangan hanya berharap dengan peluang tersebut," kata Andreas, usai menjadi pembina upacara dalam Sumpah Pemuda di Halaman Kantor Bupati, Jumat.<br /><br />Dia mengatakan, peluang itu ada di berbagai bidang, perekonomian, politik, kewirausahaan dan kreativitas yang lain," kata Andreas itu yang harus bisa dan mampu di baca oleh para pemuda. Hal tersebut menjadi tantangan bagi para pemuda yang ada di Indonesia untuk membaca peluang tersebut.<br /><br />Andreas menuturkan, dalam mengembangkan kepemudaan menciptakan semangat kebangsaan dapat terlihat dari kegiatan kepramukaan, serta pembinaan secara rutin dan berkelanjutan kepada pelajar.<br /><br />"Kita masuk ke sekolah-sekolah dan memberikan pencerahan tentang narkoba, HIV/AIDS. Juga pencerahan mengenai bahaya yang akan di hadapi oleh para pelajar jika tidak hati-hati," tuturnya.<br /><br />Tidak hanya itu, menurut Andreas pemuda juga harus kreatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan yang baik bagi Indonesia.<br /><br />Para pemuda harus mempersiapkan diri di segala bidang, di setiap pelosok penjuru negeri ini untuk bisa bersaing dan memenangkan persaingan tanpa kehilangan akar budayanya.<br /><br />Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83 tahun tersebut mengangkat tema Bangun Pemuda Indonesia berjiwa wirausaha, berdaya saing dan peduli sesama.<br /><br />"Tema tersebut mengandung pesan bahwa langkah menuju Indonesia yang mandiri, maju dan bermartabat sangat tergantung pada karakter pemuda yang kokoh serta mengedepankan akhlak mulia di atas semangat persatuan dan kesatuan Indonesia," tutur Andreas.<br /><br />Andreas mengatakan jika karakter bangsa yang kokoh memiliki ciri yang sangat kuat, dan itu menjadi jati diri bangsa Indonesia. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83 itu dapat dijadikan motivasi dan inspirasi bagi pemerintah dan masyarakat pada Pancasila dan UU 1945.<br /><br />"Karakter yang kokoh ini bercirikan semangat patriotik, Jiwa Nasional, jati diri yang mengakar, wawasan luas, kecerdasan yang mencerahkan, kepedulian yang merekatkan, serta keteguhan untuk bersatu yang semuanya dinaungi oleh nilai-nilai Pancasila dalam bingkai NKRI," katanya.<br /><br />Andreas menjelaskan daya saing suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh kemandirian dan kemampuannya untuk meningkatkan kualitas dan keunggulan sumberdaya manusia.<br /><br />"Sampai saat ini kita lihat pemuda Indonesia masih diliputi permasalahan yang cukup kompleks. Sebagian terbesar dari jumlah penduduk Indonesia, pemuda harus dijadikan sasaran prioritas dalam upaya peningkatan kualitas SDM, sehingga menjadi generasi penerus yang maju dan mandiri," kata Andreas. <strong>(phs/Ant)</strong></p>