Wabup Tancap Tiang Pertama Pembangunan GPSK Tekalong

oleh

Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana, SH pada Sabtu (8/10) sekitar pukul 9.00 wib kemarin secara resmi menancapkan tiang pertama pembangunan Gereja Persekutuan Sidang Kristus (GPSK) “ Eben Haezer” Desa Tekalong Kecamatan Mentebah. <p style="text-align: justify;">Kedatangan Agus Mulyana yang didampingi Ny. Terina Timas Mulyana, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kapuas Hulu, Antonius,Sekretaris Dinas Perhubungan Kapuas Hulu, dan sejumlah rombongan lainnya disambut dengan tarian dari salah satu sanggar yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Dan dihadiri oleh Camat Mentebah, A.M Johan, S.Sos, Kades Tekalong Bernadus, perangkat Desa Tekalong dan sekitar dua ratusan lebih jemaat dan undangan di Desa Tekalong dan sekitarnya.<br /> <br />Dalam laporan Yudha selaku Ketua Panitia bangunan GPSK tersebut susdah tidak bisa menampung umatnya yang berjumlah 147 Kepala Keluarga atau 637 jiwa, saat ini menurut Yudha Gereja tersebut hanya mampu menampung kurang lebih 200 orang umat, sementara yang lainnya terkadang berdiri. <br /><br />“Jadi yang melatar belakangi GPSK ini dibangun kembali karena kondisi bangunan yang sudah tidak mampu menampung jemaat lagi yang semakin bertambah, dan sebagai mitra Pemerintah maka pemabngunan rumah ibadah seperti halnya Gereja perlu mendapat perhatian, untuk itu Kami mohon bantuannya pak,” pintanya dihadapan Wakil Bupati. <br /><br />Dijelaskan Yudha bahwa rencananya pembangunan Gereja tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap pekerjaan dengan panjang 20 meter, lebar 12 meter dan tinggi 4 meter, sedangakan total dana yang diperlukan kurang lebih 375.428.900 juta rupiah , dari dana tersebut terkump[ul sebanyak 91 juta rupiah lebih, dan 80 juta dikredit melalui CU, sisanya sumbangan umat. <br /><br />“Kami menambah dana dengan mengkredit ke CU,dan untuk membayar kredit tersebut Kami memungut 20 ribu/KK, dengan harapan Gereja ini tetap terbangun,” tuturnya.<br /> <br />Sedangkan dalam sambutan A.M Johan, S.Sos selaku Camat Mentebah mengatakan bahwa untuk di Desa Tekalong sendiri sudah  berdiri sebanyak 6 Gereja Kristen, untuk itu Johan mengharapkan terciptanya kerukunan antar umat beragama, jangan karena banyaknya Gereja kata Johan malah ada pemisahan dari Gereja satu dengan yang lainnya. <br /><br />“Jagalah kerukunan sesama agama dan antar umat beragama, jangan sampai kesatuan dan kesatuan terpecah belahkan, harus saling mengasihi bukan untuk perselisihan,” tegasnya. <br /><br />Sementara itu dalam sambutan Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana, SH menegaskan bahwa Gereja harus bisa mandiri, sebab maju dan berkembangnya pembangunan Gereja tergantung kerja keras dan kebersamaan dari umat, meskipun Pemerintah wajib membnatu dan mendukung pembangunan rumah ibadah, namun tidaklah semata difokuskan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah, tetapi disini dituuntut kemandirian umat, baik itu yang beragama Katolik Protestan, Islam dan sebagainya.<br /> <br />Tidak hanya itu Mulyana juga menyinggung terkaiot bantuan sosial, yang menurut Mulyana untuk saat ini tidak semudah sperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu contonya yaitu bantuan untuk rumah ibadah, mesti ada pertanggung jawaban, sebab pihak BPK saat ini bukan hanya memeriksa sumber dananya namun hingga kepenggunaannya dilapangan, untuk itu diharapakan sekecil apapun bantuan atau yang digunakan mesti ada bukti pertanggungjawabanya. <br /><br />“Jadi sekarang tidak main-main, mesti ada laporan pertanggungjawaban,” tegasnya. <br /><br />Terkait pembanguna Gereja Mulyana menekankan bahwa untuk dapat dikerjaakan hingga pembangunan selesai, jaga selalu kebersamaan antar umat beragama dan sesame umat, sehingga mempercepat pembangunan gereja tersebut. <br /><br />“Saya berharap pembangunan gereja ini benar-benar tuntas,dan bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya, jangan sampai rumah ibadah sudah mega tetapi malah umatnya malas untuk beribadah, selain itu terkait pembangunan Gereja atau rumah ibadah umat dituntut untuk mandiri,” pungkasnya.<strong>(phs)</strong></p>