Wakil Bupati Kubu Raya, Andreas Muhrotien, mengatakan untuk memaknai Natal tahun ini semua pihak harus mengembangkan sikap multikultur dan pengembangan karakter, agar damai natal bisa dirasakan semua masyarakat Kalimantan Barat dan Kubu Raya khususnya. <p style="text-align: justify;">"Pasalnya keberagaman etnis yang ada di Kubu Raya harus menjadikan semuanya dapat bersatu tanpa adanya perbedaan. Sikap multikultur dan pengembangan karakter diperlukan untuk menjaga keharmonisan antar warga di Kubu Raya khususnya dan di Kalimantan Barat pada umumnya," kata Andreas di Sungai Raya, Jumat.<br /><br />Dia menuturkan, perayaan natal tahun 2011 ini harus dirayakan dengan kesederhanaan sehingga dapat membawa kenikmatan bagi seluruh masyarakat.<br /><br />"Semua itu juga harus dibarengi dengan rasa kesatuan dan persatuan antar umat beragama yang ada di Kubu Raya. Karena keberagaman etnis dan budaya di Kubu Raya sepertinya sudah mulai mengambang sehingga perlu adanya pendidikan satu karakter yang perlu di hayati oleh masyarakat Kubu Raya,"tuturnya.<br /><br />Menurutnya budaya multikultur dapat merajut kedamaian dengan berbagai keragaman yang ada pada masyarakat Kubu Raya yang heterogen.<br /><br />Ketua Sekolah Tinggi Pastoral Santo Agustinus itu juga berpendapat, jika nilai multikulturalisme dapat ditumbuhkan, kedepannya dapat mensejahterakan, merukunkan dan mendamaikan masyarakat.<br /><br />"Kita ingin masyarakat sejahtera, aman, rukun dan damai sentosa. Agar Kubu Raya semakin mendapatkan suasana keakraban dan kedamaian di antar suku dan agama, jadi antar umat beragama semakin saling menghormati satu dengan lainnya," katanya.<br /><br />Andreas menambahkan jika natal tahun lalu mengambil tema pohon terang untuk menerangi semuanya, maka tahun ini budayakan multikultur dan karakter yang dapat merajut kedamaian. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















