Wabup: UMKM Kekuatan Ekonomi Yang Harus Diberi Dukungan

oleh

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kekuatan ekonomi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) yang harus diberikan dukungan permodalan. <p style="text-align: justify;">"Kami harap pihak perbankan bisa memberikan kredit permodalan agar UMKM di Kotim bisa lebih berkembang dan mampu bertahan dalam kegiatan perekonomian yang semakin berkembang saat ini," kata Wakil Bupati Kotim, Muhammad Taufiq Mukri di Sampit, Jumat.<br /><br />Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim selama ini sangat konsen dalam memberdayakan dan membina UMKM.<br /><br />Salah satu bentuk pemberdayaan UMKM adalah dengan memberi kemudahan akses pelayanan perizinan usaha, sehingga para pelaku UMKM mendapat legalitas perizinan dan usaha yang dilaksanakan mendapatkan pengakuan secara hukum, baik perorangan maupun dalam bentuk badan usaha.<br /><br />Pengembangan ekonomi kerakyatan sudah menjadi komitmen pemerintah daerah dan menjadi arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah, yakni dengan pemberdayaan koperasi dan UMKM.<br /><br />Menurut Taufiq, komitmen tersebut sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah Kabupaten Kotim 2010-2015.<br /><br />Pendataan dan survei terhadap UMKM yang layak dibiayai bank diharapkan tidak hanya sapai pada data penelitian saja, tapi juga harus ditindak lanjuti dengan memberi akses pembinaan maupun layanan terhadap penambahan modal bagi UMKM di Kotim.<br /><br />"Peran serta UMKM diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan di Kotim," katanya.<br /><br />Berdasarkan data 2010, penduduk Kotim yang hidup dibawah garis kemiskinan mencapai 8,21 persen dan jumlah tersebut secara agregat berada pada urutan pertama di Kalteng.<br /><br />Salah satu upaya Pemkab Kotim dalam mengatasi dan menurunkan angka kemiskinan adalah dengan meningkatkan pembinaan terhadap UMKM dan hal itu menjadi bagian delapan sasaran program dari pemerintah daerah.<br /><br />Upaya lain untuk pengentasan kemiskinan yakni dengan memutus mata rantai kemiskinan itu sendiri.<br /><br />Kendala yang dihadapi UMKM dalam mengembangkan usahanya adalah masalah permodalan, kecilnya omzet yang dimiliki usaha mikro mengakibatkan peningkatan modal usaha juga berjumlah kecil. Sedikitnya UKM yang berbadan hukum juga mengakibatkan kurang memiliki kekuatan pada aspek kelembagaan. <strong>(das/ant)</strong></p>