Home / Tak Berkategori

Wacana Ibu Kota Negara Perlu Dipertajam

- Jurnalis

Rabu, 23 November 2011 - 05:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) perlu dipertajam dan dipertimbangkan secara matang dengan memperhatikan keinginan masyarakat asli daerah tersebut. <p style="text-align: justify;">Tokoh masyarakat Kalteng Lukas Tingkes di Palangka Raya, Rabu mengatakan, wacana Palangka Raya menjadi ibu kota pemerintahan Negara perlu dipertajam, dipertimbangkan secara matang dan memperhatikan keinginan dan respon masyarakat asli daerah.<br /><br />Hal tersebut disampaikan Lukas dalam kegiatan "Seminar Nasional Merespon Wacana Persiapan Kota Palangka Raya Sebagai Ibu Kota Pemerintahan", dengan tema untuk menuju kemakmuran dan kesejahteraan yang adil merata serta berkelanjutan.<br /><br />"Kami sangat mendukung wacana tersebut, namun pemerintah pusat harus menjelaskan secara detail pelaksanaannya seperti apa, di samping dipertimbangkan kesiapan masyarakat asli daerah jangan sampai terpinggirkan," katanya.<br /><br />Lukas mengungkapkan, masyarakat Kalteng khususnya Kota Palangka Raya tidak ingin ketika ibu kota pemerintahan dipindahkan, keberadaan mereka tersingkirkan atau termarjinalkan oleh para pendatang.<br /><br />Selain itu, nilai-nilai kebudayaan dan adat isitiadat daerah juga harus bisa dipertahankan apabila Palangka Raya ingin dijadikan ibu kota pemerintahan.<br /><br />"Syarat utama yang diinginkan masyarakat adalah budaya suku Dayak di Kalteng tidak boleh luntur. Kemudian pemerintah pusat juga harus bisa mempertegas atau mempertajam sistem pelaksanaan wacana itu ketika akan dilaksanakan," ucapnya.<br /><br />Pihaknya meminta pemerintah pusat tidak hanya selalu melakukan kegiatan seminar mengenai wacana tersebut, melainkan juga memaparkan program dan menjelaskan ketika wacana pemindahan ibu kota itu jadi dilaksanakan.<br /><br />Senada dengan Lukas Tingkes, Prof H KMA M Usop mengatakan sebaiknya pemerintah pusat membangun kota baru di kawasan Provinsi Kalteng, sehingga penataannya lebih mudah dan banyak daerah yang memiliki kawasan potensial sebagai ibu kota pemerintahan.<br /><br />"Kami khawatir, kalau ibu kota pemerintahan dipindahkan ke Palangka Raya, dalam kurun waktu 50 tahun kondisi itu akan sama seperti Jakarta," katanya.<br /><br />Oleh karena itu, tambah Usop, sebaiknya pemerintah pusat membangun kota baru yang lokasi berada di tengah-tengah antara Palangka Raya dengan kabupaten lain seperti Katingan.<br /><br />Kalteng memiliki kawasan yang cukup luas untuk membangun suatu daerah baru, tentu saja lokasinya harus berdekatan dengan kota atau kabupaten lainnya di provinsi ini, tambah Usop.<br /><br />Wakil Gubernur (Wagub) Ahmad Diran menyatakan, pada intinya masyarakat Kalteng mendukung ibu kota pemerintahan dipindahkan ke kawasan Palangka Raya dan sekitarnya.<br /><br />Ahmad Diran mengatakan, semua itu dilakukan tanpa mengabaikan nilai kebudayaan, adat-istiadat, serta keberadaan masyarakat lokal harus tetap dipertahankan jangan sampai tersingkirkan.<br /><br />"Kami tidak ingin bila wacana itu menjadi dilaksanakan, yang menjadi korban adalah masyarakat asli daerah. Diharapkan pemerintah pusat juga bisa mempertajam dan memperjelas bagaimana sistem dari pelaksanaannya nanti," ujar Diran.<br /><br />Staf Khusus Presiden M Mas’ud Said menjelaskan, kehadirannya dalam seminar tersebut untuk menampung masukan dari berbagai kalangan pejabat, akademisi, dan tokoh masyarakat Kalteng mengenai wacana pemindahan ibu kota pemerintahan ke Palangka Raya.<br /><br />"Tentu saja wacana ini harus dipertajam dan dipertimbangkan dengan serius, sebab untuk melaksanakannya tidak mudah. Oleh karena itu, diharapkan hasil seminar ini kita tampung sebagai masukan yang akan disampaikan kepada pemerintah," katanya.<strong> (das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan
Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025
Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H
Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:44 WIB

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:07 WIB

Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:20 WIB

Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB