Wagub: APBD Perubahan 2011 Sesuai Isu Strategis

oleh

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Ir H Achmad Diran mengatakan, penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (APBD) Perubahan 2011, sesuai dengan isu strategis dan masalah aktual pembangunan daerah. <p style="text-align: justify;">"Isu strategis dan masalah aktual tersebut dalam upaya penanggulangan kemiskinan, pengangguran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kerkualitas serta upaya mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan, sebagaimana yang telah tertuang di dalam APBD 2011," kata H Achmad Diran, di Palangka Raya, Rabu.<br /><br />Menurutnya, dengan pendekatan tersebut, diharapkan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap dapat dilakukan dengan terfokus, terarah, dan terukur, sehingga diharapkan hasilnya lebih optimal.<br /><br />"Namun demikian, perlu diperhatikan pengertian perubahan APBD, tidaklah selalu berarti adanya penambahan anggaran belanja. Bahkan, sebaliknya tidak menutup kemungkinan yang terjadi adalah, pengurangan dan pergeseran anggaran, mengingat jumlah keseluruhan belanja daerah harus dapat dibiayai dari seluruh pendapatan dan penerimaan pembiayaan daerah dalam tahun anggaran berjalan," ujarnya.<br /><br />Diutarakanya, atas dasar latar berlakang yang telah dikemukakan tersebut, dengan memperhatikan realisasi pelaksanaan APBD 2011, maka disusunlah rancangan perubahan APBD Kalteng 2011.<br /><br />"Struktur dan volume rancangan APBD-P 2011, disusun dengan target dan plafon anggaran yang disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan fiskal daerah, dan dikonsultasikan dengan Badan Anggaran DPRD Kalteng," terangnya.<br /><br />Dijelaskannnya, adapun target dan volume perubahan APBD Kalteng 2011, direncanakan pada paada pendapatan daerah, tidak mengalami perubahan penambahan atau pengurangan, yakni dari anggaran Rp1,70 triliun lebih.<br /><br />?Belanja daerah semula dianggarkan sebesar Rp1,7 triliun lebih, bertambah sebesar Rp 36,53 miliar lebih atau 2,63 persen. Sehingga jumlah anggaran belanja setelah perubahan sebesar Rp1,75 triliun lebih,? tegasnya.<br /><br />Kemudian, sambung dia, dengan demikian terjadi perubahan defisit anggaran dari semula sebesar Rp 12,5 miliar, berubah menjadi Rp49,03 miliar lebih, yang sepenuhnya dapat ditutup oleh pembiayaan netto.<br /><br />"Memperhatikan kondisi ekonomi global, naisonal, dan daerah serta memprediksi kondisi yang akan terus berkembang dan tentunya berpengaruh terhadap perkiraan penerimaan atau pendapatan daerah sampai dengan akhir tahun 2011, maka rencana penerimaan dilakukan dengan optimis," tandasnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>