Home / Tak Berkategori

Wagub Kalbar : Pemilih Pemula Harus Kritis

- Jurnalis

Senin, 29 April 2013 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengajak kalangan muda selaku pemilih pemula bersikap kritis terhadap terhadap kandidat di kancah pemilihan umum yang mengkampanyekan sesuatu namun tidak masuk akal. <p style="text-align: justify;">"Kalau ada kandidat atau figur yang mengkampanyekan sesuatu yang tidak masuk akal, harus dikritisi. Dan sejak awal, mereka harus dipupuk," kata Christiandy Sanjaya saat membuka acara Bimtek Pendidikan Politik Bagi Calon Pemilih Pemula dalam rangka menyukseskan Pemilu 2014 di Pontianak, Senin.<br /><br />Menurut dia, sikap kritis dari pemilik pemula dibutuhkan mengingat mereka yang akan menentukan pemimpin Indonesia pada masa depan.<br /><br />"Pemilih pemula harus melaksanakan haknya dengan kritis dan murni. Sehingga lahirlah anggota dewan, kepala daerah dan presiden yang betul sesuai dengan harapan," kata dia.<br /><br />Ia meminta agar pemilih pemula tidak memilih sikap golput pada pemilu mendatang.<br /><br />Ia menambahkan, pemilih pemula mempunyai posisi penting mengingat jumlahnya yang sangat banyak. "Pemilih pemula ini baru, dan diharapkan punya idealisme. Segar, berpendidikan dan punya integritas sehingga harus dijaga dan dikawal sejak awal sehingga tidak ada intervensi saat menyalurkan hak politiknya," ujar dia.<br /><br />Ia menilai, pendidikan politik untuk anak-anak sudah cukup baik termasuk dalam memahami empat pilar negara lewat mata pelajaran kewarganegaraan.<br /><br />Bimbingan teknik mengenai pendidikan politik, lanjut dia, perlu diperkuat bagi peserta yang mewakili organisasi di sekolah. "Kalau bisa, dapat diteruskan ke teman yang lain di sekolah. Kalau perlu, bisa diprogramkan di sekolah," kata Christiandy Sanjaya.<br /><br />Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalbar, Tonny Ferdy mengatakan, ada 160 siswa yang ikut dalam bimtek pendidikan politik tersebut. Mereka berasal dari SMA, SMK, dan MA baik swasta maupun negeri dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.<br /><br />Menurut Tonny Ferdy, tahun ini akan digelar empat bimtek serupa. "Tahun lalu, tiga kali. Dan tahun 2011, hanya dua kali," kata dia.<br /><br />Ia berharap, melalui bimtek tersebut para siwa mendapat pemahaman pentingnya memberikan hak dan tanggung jawab sebagai bangsa negara melalui penggunaan hak suara.<br /><br />Selain itu, meningkatkan kemandirian, kedewasaan dan membangun karakter pemilih pemula dalam menyalurkan hak pilihnya. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Wempi Tinjau Pasar Murah Ramadan di Malinau Utara, Warga Antusias Berburu Sembako Murah
Kepala Kesbangpol Sintang Hadiri Rakor Lintas Sektoral Bahas Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H
Kesbangpol Sintang Koordinasi dengan Polres Bahas Situasi dan Kondisi Daerah
 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII
Oknum Anggota Polsek Seberuang Dikenai Sanksi Adat “Pamali” oleh Masyarakat Adat Kantuk
Pemprov dan UBT Bahas Peluang Kuliah bagi Anak Daerah Kaltara
Bahas Tapal Batas Bupati Berau Ketemu Bupati Kutai Timur
Wakil Bupati Sintang Dampingi Tim Wasev Sterad Tinjau TMMD ke-127 di Kapuas Kanan Hilir

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:45 WIB

Bupati Wempi Tinjau Pasar Murah Ramadan di Malinau Utara, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:26 WIB

Kepala Kesbangpol Sintang Hadiri Rakor Lintas Sektoral Bahas Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 H

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:20 WIB

Kesbangpol Sintang Koordinasi dengan Polres Bahas Situasi dan Kondisi Daerah

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:38 WIB

 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:54 WIB

Oknum Anggota Polsek Seberuang Dikenai Sanksi Adat “Pamali” oleh Masyarakat Adat Kantuk

Berita Terbaru

Eksekutif

 Bupati Sintang Jamuan Makan Malam Bersama Petinggi GMII

Jumat, 6 Mar 2026 - 22:38 WIB