Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengatakan, penempatan transmigran di wilayah Indonesia diharapkan dapat membawa perubahan bagi daerah yang ditempati. <p style="text-align: justify;">"Karena, misalnya daerah yang ditempati itu terlantar, kemudian ada yang mengolah. Jika sudah ada penduduknya, lalu bersama-sama terpacu untuk membangun," kata Christiandy usai menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Transmigrasi di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar, Senin.<br /><br />Menurut Christiandy, untuk dapat mengembangkan wilayah yang dihuni oleh para transmigran khususnya beberapa daerah di wilayah Kalbar, pemerintah provinsi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar sudah membuat program Kota Terpadu Mandiri (KTM).<br /><br />"Salah satunya dengan KTM tersebut untuk pengembangan wilayah yang dihuni para transmigran. Nah, itu diharapkan jika tumbuh berkembang tidak saja akan membawa kemakmuran bagi para transmigran tetapi juga kawasan yang dihuni, penduduk setempat serta pemerintah daerah yang menikmati pertumbuhan ekonominya," jelas Christiandy.<br /><br />Terkait penempatan para transmigran di wilayah perbatasan Kalbar, Christiandy menilai hal itu akan dilakukan secara terpadu bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi serta Badan Pengelola Kawasan Perbatasan dan Kerja sama Daerah (BPKPKD) Provinsi Kalbar.<br /><br />"Jika lahan di kawasan tersebut kosong, tidak ada tumpang tindih. Kemudian, kami menempatkan transmigran disana, maka tidak hanya akan tumbuh ekonominya saja tetapi ekonomi negara karena ada rakyat Indonesia yang juga menjaga kawasan perbatasan, itu justru baik," tegas Christiandy.<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar Jakuri Suni optimistis jika transmigran ditempatkan di wilayah perbatasan akan membawa perubahan di wilayah tersebut.<br /><br />"Kami optimistis untuk itu, apalagi yang pertama kali dirancang dan sudah mengusulkan itu Kabupaten Kapuas Hulu," kata Jakuri.<br /><br />Sebelumnya, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi merencanakan membangun 12 kawasan transmigrasi sebagai embrio Kawasan Perkotaan Baru di daerah perbatasan.<br /><br />"Hal itu sudah masuk dalam rencana strategis Kemenakertrans 2010-2014, 12 kawasan tersebut diantaranya di Kabupaten Sambas dua kawasan, Kabupaten Nunukan dua kawasan, Kabupaten Merauke dua kawasan, Kabupaten Keerom satu kawasan dan akan dikembangkan lagi di Kabupaten Kapuas Hulu," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, belum lama ini.<br /><br />Muhaimin mengatakan, dalam pembangunan kawasan tersebut tentu saja tetap mempertimbangkan kondisi potensi fisik, sosial, ekonomi dan budaya daerah perbatasan yang memiliki karakteristik masing-masing.<br /><br />"Maka, pembangunan transmigrasi di daerah perbatasan harus dilakukan melalui kajian yang mendalam sesuai dengan kearifan lokal, dan diperlukan komitmen lintas sektor untuk memberikan dukungan program melalui penyusunan program aksi terpadu," jelas Muhaimin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















