Wagub Kalbar : Sudah Pantas Harga BBM Dinaikkan

oleh

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya menilai kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi sudah pantas dilakukan untuk mengurangi beban anggaran pemerintah. <p style="text-align: justify;">"Sudah pantas naik, dan pemerintah masih memberi subsidi walau harganya Rp6.500 per liter," kata Christiandy Sanjaya di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia melanjutkan, setiap tahun pemerintah harus mengeluarkan ratusan triliun rupiah untuk membiayai subsidi BBM tersebut. "Tetapi, tepat sasaran atau tidak pemberian subsidi tersebut," ujar dia.<br /><br />Ia menegaskan, kenaikan harga BBM subsidi akan mengurangi beban pemerintah dan bisa dialihkan untuk membiayai infrastuktur.<br /><br />Ia mencontohkan di Kalbar yang masih membutuhkan banyak biaya untuk membangun infrastruktur.<br /><br />Selain itu, lanjut dia, dengan penerapan dua harga untuk BBM dapat menambah kuota sebanyak empat juta kiloliter.<br /><br />Christiandy Sanjaya mengakui kenaikan harga BBM akan mempengaruhi inflasi. "Walau ada yang tidak naik, tetap akan terjadi inflasi," ujar dia.<br /><br />Pemerintah menyiapkan skenario kenaikan harga BBM subsidi jenis premium dan solar untuk mobil pribadi dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 per liter mulai Mei 2013.<br /><br />Sementara, harga BBM subsidi untuk sepeda motor dan angkutan umum tetap Rp4.500 per liter.<br /><br />Kalau kenaikan harga BBM untuk mobil pribadi diterapkan mulai Mei 2013, penghematan subsidi BBM yang didapat bisa Rp21 triliun.<br /><br />Sebanyak 45 persen dari sekitar 5.000 SPBU yang ada di seluruh Indonesia akan menjual premium subsidi dengan harga Rp6.500 per liter. Sedangkan, 55 persen sisanya akan menjual premium seharga Rp4.500 per liter.<br /><br />Untuk solar, skenarionya adalah 90 persen SPBU akan menjual dengan harga Rp4.500 dan 10 persen lainnya menjual Rp6.500 per liter. <strong>(das/ant)</strong></p>