Wagub Kalteng: Buta Aksara Tersisa 2,3 Persen

oleh

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Achmad Diran mengatakan, buta aksara di daerah itu masih tersisa 2,3 persen yang harus segera ditangani secara serius. <p style="text-align: justify;">"Saya minta agar program pemberantasan buta aksara ditangai secara serius dan prioritas, walaupun buta aksara di Provinsi Kalteng ada sisa 2,3 persen saja yang usianya 15 tahun ke atas," katanya di Palangka Raya, Rabu.<br /><br />Permintaan tersebut disampaikannya kepada seluruh bupati/walikota provinsi setempat, agar segera menangani pemberantasan buta aksara guna menghindari terjadinya penambahan buta aksara baru yang dapat berakibat angka kemiskinan dan pengangguran bertambah.<br /><br />"Penanganan buta aksara harus mendapat prioritas guna menekan penambahan angka kemiskinan dan pengangguran di Kalimantan Tengah yang berpenduduk lebih dari dua juta jiwa ini," katanya.<br /><br />Pada tahun 2009, program pemberantasan buta aksara di Kalteng dinyatakan berhasil, karena angka buta aksara turun dibawah lima persen.<br /><br />"Oleh karena itu Provinsi Kalteng menempati urutan ke-5 terbaik secara nasional atau masuk lima besar terendah angka buta aksaranya," katanya.<br /><br />Khusus untuk Kabupaten Gunung Mas, angka melek aksara mencapai 99,5 persen, dibawah Kabupaten Murung Raya yang angka melek aksaranya sudah mencapai 99,9 persen, merupakan keberhasilan dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia di provinsi Kalteng.<br /><br />Untuk itu, Diran mengharapkan jajaran Dinas Pendidikan agar terus meningkatkan upaya pemberantasan buta aksara sampai ke daerah terpencil.<br /><br />"Para bupati atau wali kota agar mengalokasikan dana untuk kegiatan pemberantasan buta aksara serta mencari metode atau strategi yang benar-benar tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat," katanya.<br /><br />Diran juga mengharapkan Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Sukamara, Kapuas dan Barito Timur, yang angka buta aksaranya masih tinggi agar bekerja keras, cerdas, iklas dan tuntas untuk segera mengambil langkah-langkah percepatan pelaksanaan program pemberantasan buta aksara.<br /><br />"Namun, angka buta aksara lima kabupaten itu masih di bawah rata-rata nasional, yakni dibawah 6,80 persen rata-rata nasional, akan tetapi perlu lebih ditingkatkan keseriusan dan kepeduliannya terhadap program pemberantasan buta aksara ini," katanya.<br /><br />Diran berharap, program pemberantasan buta aksara atau pendidikan bermutu yang telah dilaksanakan, mampu meningkatkan kompetensi keaksaraan pada semua tingkatan, yaitu dasar, fungsional dan lanjutan serta berkeadilan gender bagi buta aksara dewasa secara meluas, adil dan merata.<br /><br />"Pemberantasan buta aksara mampu mendorong perbaikan kesejahteraan dan produktivitas penduduk, dan ikut serta dalam mendukung perbaikan indeks pembangunan manusia Kalteng," ujarnya.<strong> (das/ant)</strong></p>